




Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat pembentukan Tim Koordinasi Kerja Sama Sub-Regional kawasan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Ismet Bappeda Provinsi Kalsel, Jumat (13/3/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah awal memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah sekaligus menindaklanjuti penunjukan Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah pertemuan tingkat menteri BIMP-EAGA yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti melalui Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Theodorik Rizal Manik menyampaikan bahwa pembentukan tim ini penting untuk mempersiapkan peran strategis Kalimantan Selatan dalam forum kerja sama sub-regional tersebut.
“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari rencana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang menunjuk Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah pertemuan tingkat menteri BIMP-EAGA yang akan dilaksanakan pada November 2027,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain menjadi tuan rumah, Kalimantan Selatan juga direncanakan menjadi koordinator kepala daerah untuk wilayah Indonesia dalam forum BIMP-EAGA yang mencakup 19 provinsi di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Ke depan kita juga berpotensi menjadi koordinator bagi provinsi-provinsi yang tergabung dalam BIMP-EAGA. Jika sudah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Koordinator Perekonomian, kemungkinan juga akan dibentuk sekretariat di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rizal menuturkan bahwa kegiatan pertemuan tingkat menteri BIMP-EAGA dilaksanakan secara bergiliran setiap tahun di negara anggota. Pada tahun sebelumnya kegiatan digelar di Filipina, tahun ini di Brunei Darussalam, dan pada tahun 2027 Indonesia mendapat giliran sebagai tuan rumah dengan Kalimantan Selatan sebagai lokasi pelaksanaan.
Ia mengakui bahwa manfaat langsung kerja sama BIMP-EAGA selama ini lebih dirasakan oleh provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Namun demikian, Kalimantan Selatan tetap memiliki berbagai potensi strategis yang dapat dikembangkan melalui kerja sama regional.
“Walaupun kita tidak berbatasan langsung dengan negara tetangga, sebenarnya Kalimantan Selatan memiliki potensi yang cukup besar untuk berperan dalam BIMP-EAGA, terutama dari sisi investasi, pariwisata, dan konektivitas,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penguatan peran daerah, Pemprov Kalsel juga telah melakukan kajian bersama Universitas Lambung Mangkurat untuk memetakan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di kawasan BIMP-EAGA.
Salah satu potensi yang diidentifikasi adalah pengembangan sektor pariwisata melalui kerja sama dengan wilayah Sarawak di Malaysia maupun Brunei Darussalam, serta penguatan konektivitas penerbangan internasional menuju Banjarmasin.
“Ke depan ada peluang membuka rute penerbangan baru dari Sarawak maupun Brunei ke Banjarmasin. Saat ini kita baru memiliki satu rute internasional dari Banjarmasin ke Kuala Lumpur di Malaysia,” tambahnya.
Selain itu, terdapat sejumlah program kerja sama lain yang berpotensi dikembangkan, seperti bidang pendidikan, pertanian, hingga pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya adalah rencana pelatihan petani muda yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam skema kerja sama BIMP-EAGA.
Rizal juga menambahkan bahwa dalam mekanisme BIMP-EAGA terdapat sembilan klaster utama kerja sama yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan ekonomi kawasan.
Melalui forum tersebut, berbagai program kerja sama juga didukung oleh lembaga internasional seperti Asian Development Bank, European Union, serta pemerintah Australia.
“Harapannya, melalui pembentukan tim koordinasi ini Kalimantan Selatan dapat lebih aktif memanfaatkan peluang kerja sama regional untuk mendukung target pembangunan daerah, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” pungkasnya.
Rapat ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang nantinya akan terlibat dalam tim koordinasi kerja sama BIMP-EAGA di daerah. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










