PPRSAR Mulia Satria Berikan Pembinaan Lanjutan dan Bantuan Usaha bagi Klien yang Lulus Rehabilitasi

PPRSAR Mulia Satria Berikan Pembinaan Lanjutan dan Bantuan Usaha bagi Klien yang Lulus Rehabilitasi

Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya memberikan pelayanan rehabilitasi sosial selama enam bulan kepada para klien angkatan IX, tetapi juga memastikan keberlanjutan pembinaan setelah mereka kembali ke daerah asal.

Kepala PPRSAR Mulia Satria, Sacik Kartikowati, mengatakan para klien yang telah menyelesaikan program rehabilitasi diharapkan mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama berada di panti sebagai bekal untuk hidup mandiri.

“Harapan kami, apa yang sudah kami ajarkan di sini bisa menjadi modal mereka saat kembali ke kampung halaman. Baik keterampilan kerja maupun pembinaan agama dan sosial yang telah diberikan selama enam bulan di panti dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Banjarbaru, Kamis (25/6/2026).

Sacik menjelaskan, pihaknya memiliki program pembinaan lanjutan bagi seluruh klien yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi. Melalui program tersebut, tim PPRSAR Mulia Satria akan melakukan pemantauan langsung ke kabupaten dan kota asal para klien.

“Anak-anak yang lulus tidak kami lepas begitu saja. Kami memiliki program pembinaan lanjut, di mana tim akan turun ke daerah asal mereka untuk memantau perkembangan, melihat kendala yang dihadapi, serta memberikan solusi apabila terdapat hambatan dalam menerapkan keterampilan yang telah dipelajari,” katanya.

Menurutnya, saat ini terdapat 67 klien remaja yang menjadi sasaran pembinaan lanjutan, serta 10 anak yang masih menjalani pendidikan formal.

Sebagai bentuk dukungan pasca rehabilitasi, PPRSAR Mulia Satria juga memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada para klien yang telah menyelesaikan program pelayanan. Bantuan tersebut disesuaikan dengan bakat, minat, dan keterampilan yang mereka pelajari selama berada di panti.

“Klien yang mengambil keterampilan komputer mendapatkan bantuan berupa laptop dan printer. Sementara yang mengambil keterampilan menjahit memperoleh mesin jahit dan peralatan pendukung lainnya. Semua bantuan diberikan sesuai jurusan atau keterampilan yang mereka ambil,” jelas Sacik.

Ia menegaskan seluruh klien yang telah menyelesaikan program rehabilitasi mendapatkan bantuan usaha sebagai modal awal untuk mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id