






Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pembinaan Teknis Bangunan dan Lingkungan berupa Pelatihan Building Information Modeling (BIM) Autodesk Revit Bidang Arsitektur di Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam menghadapi transformasi digital di sektor konstruksi.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis, Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP), Air Minum dan Bangunan, Egianti Sariutami, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi BIM sesuai perkembangan industri konstruksi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan undangan yang telah hadir sehingga kegiatan pembinaan teknis dapat terlaksana dengan baik.
“Pemanfaatan teknologi digital saat ini telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Salah satu inovasi yang telah menjadi standar dalam industri konstruksi adalah Building Information Modeling. BIM bukan sekadar perangkat lunak, tetapi metode kerja yang mampu mengintegrasikan proses perencanaan, perancangan, pelaksanaan hingga pengelolaan aset bangunan secara lebih efektif, efisien, dan kolaboratif,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah pusat juga telah mendorong penerapan BIM dalam pembangunan gedung negara melalui berbagai kebijakan.
Karena itu, aparatur pemerintah, khususnya di lingkungan Dinas PUPR, dituntut memiliki kompetensi yang memadai agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pembangunan infrastruktur kepada masyarakat.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, pelatihan BIM Autodesk Revit Bidang Arsitektur ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan kapasitas teknis aparatur sehingga siap mendukung implementasi BIM pada pembangunan gedung pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam penerapan BIM sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih modern, efisien, dan berkualitas,” katanya.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, dan praktisi konstruksi dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, efektif, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan sebagai bekal untuk mengimplementasikan teknologi BIM dalam setiap tahapan pembangunan gedung pemerintah.
“Pelatihan ini menjadi salah satu komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong percepatan transformasi digital sektor konstruksi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan infrastruktur yang semakin profesional dan berdaya saing,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










