Bakesbangpol Kalsel Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Banua untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi

Bakesbangpol Kalsel Ajak Masyarakat Bangga Gunakan Produk Banua untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalsel mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan mengutamakan penggunaan produk asli daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Banua.

Ajakan tersebut disampaikan Plt Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Kalsel, Hj. Sundusiah, S.AP., M.AB., saat membuka Sosialisasi Kepedulian Masyarakat terhadap Keunggulan Produk Daerah bertema “Jangan Asing di Tanah Sendiri, Kenali Produk Asli Daerah”, di Banjarbaru, Selasa (30/6/2026).

Ronny menegaskan bahwa kesatuan bangsa tidak hanya diwujudkan melalui kerukunan dan stabilitas politik, tetapi juga dibangun dari ketahanan ekonomi masyarakat. Menurutnya, daerah akan semakin kuat apabila masyarakat mampu berdaulat secara ekonomi dengan mendukung produk-produk lokal.

“Tema ‘Jangan Asing di Tanah Sendiri’ menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak lebih mengenal produk luar dibandingkan hasil karya masyarakat sendiri. Perajin sasirangan, pengrajin purun, hingga pelaku usaha kuliner lokal membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mencintai produk asli Banua merupakan salah satu bentuk bela negara di era modern. Menggunakan tas purun, mengenakan kain sasirangan, maupun mengonsumsi pangan lokal menjadi langkah sederhana yang mampu menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kurangnya kepedulian terhadap produk daerah dapat mengikis identitas budaya Kalimantan Selatan. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal warisan budaya melalui buku, tetapi juga ikut melestarikan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat yang terdiri dari perwakilan SKPD, TP PKK, Dharma Wanita, mahasiswa, siswa, serta organisasi masyarakat, diajak menjadikan produk Banua sebagai pilihan utama, menjadi duta promosi produk lokal melalui berbagai media, serta memahami bahwa setiap pembelian produk lokal akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan para pelaku usaha dan masyarakat Kalimantan Selatan.

Ronny berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk kembali mencintai identitas daerah melalui penggunaan produk lokal.

“Sehingga ekonomi Banua semakin tumbuh, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id