



Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Seleksi Gita Bahana Nusantara (GBN) Tahun 2026 tingkat provinsi sebagai bentuk komitmen dalam membina generasi muda melalui seni paduan suara. Kegiatan yang berlangsung di Banjarmasin, Rabu (1/7/2026), ini menjadi ajang untuk menjaring putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang akan mewakili daerah pada seleksi tingkat nasional.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Nurhasanah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri, serta para pendamping yang telah berpartisipasi dan mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik.
Ia mengatakan, Gita Bahana Nusantara merupakan program strategis pemerintah dalam membina generasi muda melalui seni paduan suara sekaligus membentuk karakter kebangsaan.
“Gita Bahana Nusantara merupakan program strategis pemerintah dalam pembinaan generasi muda melalui seni paduan suara,” ujarnya Nurhasanah.
Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan vokal, tetapi juga sarana membangun karakter, memperkuat wawasan kebangsaan, serta mengamalkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui proses seleksi, karantina, dan pemusatan latihan, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan vokal sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta menghargai keberagaman.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperluas pengalaman.
Selain itu, dewan juri diharapkan dapat menjalankan proses penilaian secara objektif, profesional, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menghasilkan wakil terbaik Kalimantan Selatan yang siap tampil pada peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, Sunjaya Adhiarso, mengatakan seleksi Gita Bahana Nusantara Tahun 2026 diikuti sebanyak 51 peserta yang berasal dari jenjang SMA/sederajat serta mahasiswa. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Sebanyak 51 peserta mengikuti seleksi tahun ini. Alhamdulillah, 13 kabupaten/kota mengirimkan perwakilannya. Sementara peserta dari kalangan mahasiswa mengikuti seleksi melalui jalur mandiri yang diselenggarakan oleh Purna Gita Bahana Nusantara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komposisi dewan juri lokal masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni Dino Sirajudin, Sabranyah, Maryanto, dan Sinta Sinaga. Sementara itu, dewan juri dari tingkat nasional mengalami rotasi dan pada tahun ini diwakili oleh Agus Wibowo dan Kurnia Wibowo dari Mabes Polri.
Menurut Sunjaya, materi audisi juga mengalami variasi setiap tahun. Pada seleksi kali ini, peserta diwajibkan membawakan satu dari delapan lagu pilihan yang disesuaikan dengan karakter vokal masing-masing.
Selain kemampuan bernyanyi, peserta juga dituntut memiliki kemampuan membaca not balok dengan baik sebagai salah satu aspek penting dalam penilaian.
“Kemampuan membaca not balok harus benar-benar dikuasai oleh peserta,” katanya.
Pada akhir seleksi, panitia akan menetapkan empat peserta terbaik sesuai kategori suara, yakni sopran, alto, tenor, dan bass. Keempat peserta tersebut selanjutnya akan mewakili Kalimantan Selatan pada Seleksi Gita Bahana Nusantara tingkat nasional. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










