Dinkes Kalsel Perkuat Budaya Hidup Sehat di Sekolah, Fokus Cegah Anemia hingga Bullying

Dinkes Kalsel Perkuat Budaya Hidup Sehat di Sekolah, Fokus Cegah Anemia hingga Bullying

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pembudayaan hidup sehat di lingkungan sekolah dan madrasah sebagai upaya mencetak generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

Tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan fisik, program ini juga diarahkan untuk membangun kesehatan mental, mencegah perundungan, serta melahirkan agen perubahan kesehatan di kalangan pelajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, saat membuka Pertemuan Peningkatan Tata Kelola dan Monitoring Pembudayaan Hidup Sehat Tatanan Sekolah/Madrasah Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Selasa (7/7/2026).

Diauddin mengatakan, tantangan kesehatan anak usia sekolah dan remaja saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan budaya hidup sehat secara menyeluruh di lingkungan pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, terdapat lima isu prioritas yang menjadi fokus pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah. Pertama, pencegahan anemia pada remaja, khususnya remaja putri, melalui penguatan program konsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin di sekolah.

“Anemia tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas kesehatan di masa depan. Karena itu, pelaksanaan konsumsi Tablet Tambah Darah harus terus diperkuat dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Prioritas kedua adalah penguatan kesehatan jiwa peserta didik. Diauddin menegaskan sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak melalui komunikasi yang positif serta bebas dari tekanan maupun diskriminasi.

Selain itu, pencegahan perundungan (bullying), kekerasan, dan berbagai perilaku berisiko juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, sekolah dan madrasah harus menjadi ruang yang ramah anak, menghargai keberagaman, serta menanamkan nilai saling menghormati dan peduli terhadap sesama.

“Dinkes Kalsel juga mendorong penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di lingkungan sekolah melalui pembiasaan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan berkala, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkapnya.

Selanjutnya, penguatan literasi kesehatan dan pembentukan Agen Perubahan Kesehatan di sekolah menjadi strategi untuk menciptakan pelajar yang mampu menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Diauddin menegaskan, pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan sinergi antara sektor pendidikan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, puskesmas, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Bekerja Bersama, Merangkul Semua. Keberhasilan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Melalui pertemuan tersebut, Dinkes Kalsel menargetkan penguatan tata kelola pembudayaan hidup sehat di sekolah dan madrasah, peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan UKS/M serta PHBS, hingga penyusunan langkah strategis yang terukur dan berkelanjutan.

Diauddin menambahkan, sekolah dan madrasah yang sehat tidak hanya diukur dari kondisi fisik bangunannya, tetapi juga dari terbentuknya budaya hidup sehat dalam keseharian peserta didik, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi, rutin beraktivitas fisik, menjaga kesehatan jiwa, hingga peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Melalui komitmen bersama, kita dapat mewujudkan sekolah dan madrasah yang sehat sebagai fondasi lahirnya generasi Kalimantan Selatan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Banua Maju dan Sehat hanya dapat terwujud apabila masyarakatnya sehat, pendidikannya berkualitas, dan generasi mudanya tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat,” tutupnya. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id