BPSDMD Kalsel Tutup PKP Angkatan I 2026, Sekda Dorong Alumni Wujudkan Aksi Perubahan di Instansi

BPSDMD Kalsel Tutup PKP Angkatan I 2026, Sekda Dorong Alumni Wujudkan Aksi Perubahan di Instansi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 bagi aparatur sipil negara lingkup Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. Kegiatan penutupan berlangsung di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (10/7/2026).

Penutupan pelatihan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, didampingi Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban aparatur sipil negara merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada organisasi dan masyarakat, tetapi juga secara moral.

“Setiap jabatan birokrasi yang diamanahkan kepada ASN adalah amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat. Karena itu, jadilah ilmu kepemimpinan yang diperoleh selama pelatihan ini sebagai bekal untuk menjadi pemimpin yang jujur, adil, adaptif, kreatif, dan mampu menghadirkan perubahan yang nyata,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan mengikuti pelatihan tidak cukup diukur dari sertifikat kelulusan semata, melainkan dari kemampuan peserta dalam mengimplementasikan aksi perubahan yang telah disusun selama proses pembelajaran.

Ia berharap seluruh alumni PKP mampu menerapkan berbagai inovasi yang telah dirancang di lingkungan kerja masing-masing sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Implementasikan aksi perubahan tersebut dengan sungguh-sungguh di satuan kerja masing-masing agar manfaatnya dapat dirasakan oleh organisasi maupun masyarakat. Jadilah pemimpin yang mampu menginspirasi, memberdayakan, membangun kepercayaan, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Syarifuddin juga mengingatkan para peserta untuk menunjukkan perubahan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, mulai dari pengambilan keputusan, membangun komunikasi dengan bawahan, melakukan pembinaan staf, hingga menyelesaikan berbagai persoalan teknis operasional.

Ia berharap semangat perubahan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus ditularkan kepada rekan kerja sehingga manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga memberikan dampak luas bagi organisasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Mahdiansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2026 diikuti sebanyak 40 peserta yang berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Selama proses pembelajaran, para peserta tidak hanya dibekali kompetensi kepemimpinan, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan individu dan kolaboratif melalui penyusunan serta implementasi aksi perubahan pelayanan di instansi masing-masing.

Pelaksanaan aksi perubahan tersebut melibatkan atasan langsung, kolega, bawahan, serta para pemangku kepentingan terkait. Seluruh peserta juga telah menyusun laporan implementasi aksi perubahan yang dipresentasikan dalam seminar pada Kamis (9/7/2026).

“Aksi perubahan tersebut merupakan bentuk aktualisasi kompetensi manajerial peserta sebagai pemimpin perubahan di instansi masing-masing,” jelas Mahdiansyah.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir, Mahdiansyah melaporkan bahwa satu peserta dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sehingga tidak lulus, tidak terdapat peserta dengan status penundaan kelulusan, satu peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, dan 38 peserta meraih predikat memuaskan.

Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing melalui penerapan inovasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pengembangan kompetensi aparatur sipil negara sebagai bagian dari upaya mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id