


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat sinergi dalam penyediaan data tanaman pangan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Data Tanaman Pangan dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA) Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas data pertanian sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan sektor pertanian yang tepat sasaran.
Metode Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan sistem pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi luas tanam dan luas panen secara objektif melalui pengamatan lapangan berbasis titik sampel.
“Data yang dihasilkan menjadi salah satu acuan penting dalam penyusunan statistik pertanian nasional sekaligus mendukung perencanaan pembangunan sektor pertanian secara lebih akurat dan berkelanjutan,” kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, Rabu (15/7/2026).
Syamsir, menegaskan bahwa ketersediaan data pertanian yang akurat memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.
Menurutnya, data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan, mulai dari perencanaan produksi, distribusi, hingga evaluasi program pembangunan pertanian di daerah.
“Melalui pelaksanaan Rakor Data Tanaman Pangan dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA) Tahun 2026, DPKP Kalimantan Selatan bersama BPS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas statistik pertanian,” ujarnya.
“Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi tanaman pangan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadi landasan bagi pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










