



Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalsel, Fahrurazi, membuka Rapat Koordinasi Kolaborasi Bidang Sosial dan Kesehatan Tahun 2026 di Aula H. Maksid Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan kesehatan jiwa di Kalimantan Selatan.
Sekretaris Daerah yang dibacakan Fahrurazi, disampaikan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia. Seseorang dinilai sehat bukan hanya bebas dari penyakit fisik, tetapi juga memiliki kondisi mental yang memungkinkan berpikir jernih, mengelola emosi, bekerja secara produktif, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekda juga mengingatkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan satu dari delapan penduduk dunia hidup dengan gangguan mental. Di Indonesia, persoalan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius melalui upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif secara berkelanjutan.
Menurutnya, komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta aturan pelaksanaannya. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa pelayanan kesehatan jiwa merupakan hak setiap warga negara dan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga, serta masyarakat.
Karena itu, Sekda menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut melibatkan Biro Kesra, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Rumah Sakit Jiwa, BPJS Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Tim Penggerak PKK, organisasi profesi, pemerintah kabupaten/kota, hingga seluruh pemangku kepentingan lainnya agar pelayanan kesehatan jiwa dapat berjalan lebih optimal.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap tercipta kesamaan persepsi, pembagian peran yang jelas, serta penyusunan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan secara terpadu di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus merumuskan solusi yang dapat diimplementasikan secara nyata.
“Apabila seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dapat bekerja secara kolaboratif, maka cita-cita mewujudkan masyarakat Kalimantan Selatan yang sehat, inklusif, produktif, dan sejahtera akan semakin mudah kita capai,” pesan Sekretaris Daerah yang dibacakan Fahrurazi. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










