


Maeraung Fight Tournament Volume III Tahun 2026 kembali hadir dengan konsep yang lebih beragam dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Tak hanya menyuguhkan pertandingan tinju, ajang olahraga tarung ini juga menghadirkan grappling atau jiu-jitsu, ekshibisi petinju wanita hingga partai legenda yang mempertemukan dua pelatih senior dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Ketua Pelaksana Maeraung Fight Tournament Volume III 2026, Mahfuzani, didampingi Sekretaris Harry Nugraha, mengatakan pada penyelenggaraan kali ini pihaknya menyiapkan 25 partai tinju non-atlet yang diikuti 50 peserta.
Selain itu, konsep pertandingan atlet juga diubah menjadi sistem head to head yang mempertemukan petinju terbaik Kalimantan Selatan dengan petinju terbaik Kalimantan Tengah di kelas yang sama.
“Untuk Maeraung Volume III 2026 ini konsepnya berbeda dibandingkan tahun 2024 dan 2025. Kali ini ada 25 partai tinju non-atlet atau 50 peserta,” ujar Mahfuzani, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, delapan petinju yang merupakan juara Maeraung pada edisi sebelumnya akan bertanding menghadapi petinju terbaik dari Pertina Kalimantan Tengah. Berbeda dari dua edisi terdahulu yang menggunakan format turnamen, tahun ini pertandingan atlet dikemas secara langsung berdasarkan kelas masing-masing.
“Misalnya petinju terbaik Maeraung kelas 48 kilogram akan melawan petinju terbaik dari Kalteng di kelas yang sama. Jadi konsepnya langsung head to head,” jelasnya.
Adapun kelas yang dipertandingkan meliputi 48, 51, 57, 61, 63, 64, dan 71 kilogram. Selain itu, panitia juga menghadirkan dua partai ekshibisi petinju wanita serta tujuh pertandingan grappling atau jiu-jitsu untuk menambah daya tarik ajang tersebut.
Tak hanya itu, Maeraung Fight Tournament Volume III juga menyajikan satu partai legenda yang mempertemukan Coach Joni dari Kalimantan Selatan melawan Coach Nurit dari Kalimantan Tengah.
Menurut Mahfuzani, pertandingan tersebut telah disepakati kedua belah pihak dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan para petarung.
“Untuk partai legenda ini memang sudah disepakati kedua pihak. Kami tetap mempertimbangkan faktor kesehatan dan keselamatan kedua petinju, termasuk usia dan berat badan yang relatif berimbang,” katanya.
Mahfuzani menambahkan, penyelenggaraan Maeraung Fight Tournament mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Hasnuryadi Sulaiman yang konsisten memberikan dukungan sejak penyelenggaraan perdana pada 2024, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan.
Menurutnya, ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga tinju di Kalimantan Selatan. Pelaksanaan kegiatan juga terus dikoordinasikan dengan Pertina, termasuk melibatkan perangkat pertandingan seperti wasit, juri, dan delegasi teknis.
“Harapannya kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kalender kegiatan olahraga agar tidak berbenturan dengan agenda besar lainnya,” ujarnya.
Maeraung Fight Tournament Volume III 2026 terbuka untuk masyarakat umum dan dapat disaksikan secara gratis. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkenalkan olahraga combat sport kepada khalayak yang lebih luas serta menjadi langkah awal untuk mengembangkan ajang ini ke tingkat yang lebih besar dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










