RAD Pelayanan Kepemudaan 2026 Disusun, Dispora Kalsel Fokus Tingkatkan Daya Saing Pemuda

RAD Pelayanan Kepemudaan 2026 Disusun, Dispora Kalsel Fokus Tingkatkan Daya Saing Pemuda

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Senin (3/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program kepemudaan yang terintegrasi guna meningkatkan kualitas pembangunan pemuda di Banua.

Rapat dibuka oleh Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, yang diwakili Sekretaris Dinas, Denny Saputra, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Budiono. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan kepemudaan.

Dalam sambutan tertulis Kepala Dispora Kalsel yang dibacakan Denny Saputra disampaikan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan alat ukur strategis untuk menilai kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia. 

“Penilaian IPP dilakukan melalui lima domain utama, yakni pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan kesejahteraan, ketenagakerjaan layak, partisipasi dan kepemimpinan, serta inklusivitas gender,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2024, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-25 dari 34 provinsi dengan nilai IPP sebesar 54,67. Meski hasil IPP tahun 2025 belum diumumkan secara resmi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap optimistis akan terjadi peningkatan.

“Meski angka IPP tahun 2025 belum diumumkan secara resmi, kita harus tetap optimistis mampu meraih skor yang lebih tinggi. Masa depan Kalimantan Selatan berada di tangan para pemuda, sehingga pembangunan kepemudaan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan IPP tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor. Karena itu, penyusunan Rencana Aksi Daerah Pelayanan Kepemudaan menjadi pedoman strategis dalam menyusun kebijakan dan program yang berorientasi pada kebutuhan pemuda.

Denny menjelaskan, RAD Pelayanan Kepemudaan memiliki sejumlah fungsi penting, di antaranya menjadi acuan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kepemudaan, mengidentifikasi berbagai isu strategis yang dihadapi generasi muda, serta menjadi landasan dalam menyusun program-program yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan.

“Melalui penyusunan RAD ini, kita ingin menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, sehingga berbagai potensi pemuda Kalimantan Selatan dapat berkembang secara optimal. Semua ini dilakukan dengan semangat bekerja bersama, merangkul semua pihak demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, Dispora Kalsel berharap seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan program lintas sektor dalam mendukung pembangunan kepemudaan, sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia muda sekaligus memperbaiki capaian Indeks Pembangunan Pemuda di Kalimantan Selatan pada tahun-tahun mendatang. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id