Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan pada Juli 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan inflasi. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Selatan di 5 kabupaten/kota, pada Juli 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,28 persen, atau terjadi kenaikan Indeks
Harga Konsumen (IHK) dari 108,89 pada Juli 2025 menjadi 113,55 pada Juli 2026.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,59 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,82 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan,
dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,87 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,07 persen; kelompok transportasi sebesar 4,20 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,28 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,27 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,93 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,71 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 14,52 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Senin (3/8/2026).
Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juli 2026, antara lain: emas perhiasan, beras, bensin, minyak goreng, daging ayam ras, ikan gabus, sigaret kretek mesin (SKM), ikan nila, angkutan udara, telepon seluler, ikan papuyu, nasi dengan lauk, terong, bahan bakar rumah tangga, martabak, teh siap saji, ikan patin, akademi/
perguruan tinggi, pisang, laptop/notebook, ketimun, pepaya, pelumas/oli mesin, ikan peda, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, sepeda motor, buncis, bumbu masak jadi, bakso siap santap, gula pasir, mobil, baju muslim wanita, mie kering instan, sekolah dasar, es, taman kanak-
kanak, dan ikan sepat siam.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tomat, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, baju muslim pria, ice cream, cabai merah, baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak, kelapa.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Juli 2026, antara lain: daging ayam ras, bensin, terong, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, telepon seluler, taman kanak kanak, cumi-cumi, ketimun, pelumas/oli mesin, kangkung.
Pada Juli 2026, semua kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,72 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen; kelompok transportasi sebesar 0,45 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,34 persen;
serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,18 persen.
“Pada Juli 2026, dari seluruh kota IHK di Provinsi Kalimantan Selatan yang berjumlah 5 kabupaten/kota, seluruh kota mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tanah Laut sebesar 4,82 persen dengan IHK sebesar 112,77. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kotabaru sebesar 3,41 persen dengan IHK sebesar 112,83,” kata Mukhanif. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










