

Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pelaku usaha binaannya agar mampu memperluas pasar, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga menembus pasar internasional. Upaya tersebut salah satunya ditampilkan melalui keikutsertaan Dinas Perdagangan Kalsel dalam Kalsel Expo 2026 dengan membawa sejumlah pelaku usaha binaan beserta produk unggulannya.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari makanan ringan khas Banua hingga produk fesyen dan kopi.
“Jadi kami dari Dinas Perdagangan ini membawa pelaku usaha yang menjadi binaan dari Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan. Di sini kami membawa makanan ringan seperti amplang, kacang dan lainnya, kemudian ada juga wadai Banjar seperti roti pisang dan roti colek durian,” ujar Gia di Banjarbaru, Sabtu (15/8/2026).
Selain produk kuliner, pihaknya juga menghadirkan pelaku usaha kain sasirangan yang memiliki keunikan berupa bordir menggunakan benang perak, serta pelaku usaha kopi.
Menurut Gia, keikutsertaan para pelaku usaha dalam berbagai kegiatan pameran merupakan bagian dari proses pembinaan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.
“Ini tidak lain adalah untuk membina pelaku usaha supaya sukses sampai ke ekspor nanti. Kami bina bagaimana caranya tidak hanya di dalam daerah, tetapi juga di tingkat nasional dan sampai nanti kami upayakan ke luar negeri,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sejumlah produk binaan Dinas Perdagangan Kalsel, khususnya makanan ringan seperti amplang, telah beberapa kali mengikuti pameran di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya hingga Sulawesi.
Keikutsertaan tersebut mulai memberikan dampak positif dengan munculnya pesanan dari luar Pulau Kalimantan.
“Kalau tingkat nasional, amplang dan lain-lain ini sudah beberapa kali mengikuti event yang ada di Jakarta, Surabaya, Sulawesi juga sudah kami bawa, sehingga sudah ada pesanan-pesanan dari luar pulau,” ungkap Gia.
Sementara untuk produk sasirangan, Dinas Perdagangan Kalsel terus melakukan pendampingan agar produk khas daerah tersebut dapat memiliki daya saing lebih tinggi dan pada akhirnya mampu memasuki pasar ekspor.
Gia menegaskan, Kalsel Expo 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi produk perdagangan dan industri kreatif Banua kepada masyarakat yang lebih luas.
“Harapannya dengan adanya Kalsel Expo ini, Banua kita di Kalimantan Selatan perdagangannya lebih maju,” katanya.
Menurutnya, salah satu indikator penting kemajuan perdagangan daerah dapat dilihat dari peningkatan nilai ekspor. Semakin tinggi nilai ekspor yang mampu dihasilkan, maka semakin besar pula kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian daerah.
“Ukurannya adalah angka ekspor. Semakin banyak angka ekspor yang kita dapatkan, itu menunjukkan bahwa kemajuan perdagangan,” tutur Gia.
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas perdagangan dan ekspor juga memiliki keterkaitan dengan penerimaan negara yang nantinya dapat kembali memberikan manfaat bagi daerah melalui mekanisme dana bagi hasil.
“Angka ekspor itu titik balik untuk mendapatkan dana bagi hasil. Pajak yang disetor ke pusat itu akan dikembalikan karena perdagangan ini,” pungkasnya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Dinas Perdagangan Kalsel berharap semakin banyak produk unggulan Banua yang mampu naik kelas, memperluas pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia, serta menjadi komoditas yang mampu bersaing di pasar internasional. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










