


Pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor turut mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dengan memberikan bantuan logistik kepada para personel yang bertugas di Poslap Karhutla Kalsel, Banjarbaru, Jumat (28/8/2026).
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap petugas yang aktif melakukan penanganan karhutla, khususnya di sekitar kawasan bandara.
“Aktivitas di sini sudah cukup padat, makanya kami coba memberikan dukungan sedikit logistik bagi para pelaksana di sini,” ujarnya.
Menurut Stephanus, bantuan yang disalurkan berupa makanan ringan untuk menunjang kebutuhan para petugas selama melaksanakan tugas di lapangan. Selain itu, pihak bandara juga menyiapkan dukungan berupa fasilitas pompa air apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi darurat.
“Kami memiliki dua pompa, satu menjadi cadangan untuk kami dan satu bisa kami tawarkan apabila terjadi emergensi dan dibutuhkan oleh tim di posko ini,” katanya.
Stephanus menjelaskan, pemanfaatan pompa tersebut untuk sementara lebih memungkinkan dalam mendukung armada darat. Sementara penggunaannya untuk mendukung operasi pemadaman melalui helikopter masih perlu melihat aspek teknis di lapangan.
Di sisi lain, kabut asap akibat karhutla mulai memberikan dampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Dalam sebulan terakhir, tercatat sekitar empat hari operasional penerbangan mengalami gangguan yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.
Selain kabut asap, kondisi angin juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi proses pendaratan pesawat. Beberapa penerbangan sempat melakukan holding dan go around karena kondisi pendekatan yang tidak stabil atau unstabilized approach.
Salah satu penerbangan yang terdampak adalah pesawat ATR tujuan Balikpapan. Pesawat jenis tersebut membutuhkan jarak pandang yang lebih tinggi dibandingkan pesawat jet sehingga kondisi jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan dalam operasional penerbangan.
Meski terdapat gangguan, hingga saat ini belum dilakukan penjadwalan ulang penerbangan secara khusus akibat kabut asap. “Sementara ini kami belum ada pembicaraan lebih lanjut untuk melakukan rescheduling. Yang bisa dilakukan adalah melakukan antisipasi di lapangan apabila memang ada kabut asap,” jelasnya.
Stephanus menegaskan, pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang setiap hari, terutama pada periode pagi hingga menjelang siang. Langkah antisipasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan serta mendukung upaya penanggulangan karhutla di sekitar kawasan bandara. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










