Seskoau Dalami Ketahanan Energi Kalsel, Perkuat Strategi Pertahanan Hadapi Dinamika Global

Seskoau Dalami Ketahanan Energi Kalsel, Perkuat Strategi Pertahanan Hadapi Dinamika Global

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) dalam rangka Kuliah Kerja Penelitian Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-65 Tahun Pelajaran 2026 di wilayah Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Manajemen dan Strategi Ketahanan Energi dalam Menghadapi Perkembangan Lingkungan Strategis Global Guna Mendukung Kebijakan Pertahanan Negara” tersebut berlangsung di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Selasa (1/9/2026).

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kalimantan Selatan sebagai salah satu wilayah penelitian Pasis Seskoau.

Menurutnya, tema yang diangkat memiliki relevansi strategis karena energi tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertahanan negara.

“Kami juga menyampaikan apresiasi atas tema yang diangkat, yaitu penguatan manajemen dan strategi ketahanan energi dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis global guna mendukung kebijakan pertahanan negara,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Ia menegaskan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara menempatkan seluruh sumber daya nasional sebagai bagian yang dapat digunakan untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan, termasuk energi.

“Agar penelitian ini memperoleh gambaran yang utuh sejak awal, izinkan saya menyampaikan tiga lapis peran Kalimantan Selatan dalam rantai energi nasional,” katanya.

Pertama, jelasnya, Kalimantan Selatan memiliki peran sebagai daerah sumber energi. Selain dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara, Kalsel juga memiliki potensi energi baru dan terbarukan, seperti tenaga air, surya, angin, biogas, dan biomassa yang bersumber dari limbah perkebunan.

Kedua, Kalsel berperan sebagai daerah pengolah. Pemerintah Provinsi Kalsel terus mendorong hilirisasi batu bara dan kelapa sawit agar komoditas daerah tidak hanya keluar dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.

Ketiga, sebagai daerah penyalur. Pelabuhan, terminal khusus, alur sungai, jaringan jalan, dan bandar udara membentuk satu sistem rantai pasok multimoda yang menghubungkan sumber energi dengan penggunanya.

Syarifuddin menambahkan, posisi tersebut semakin strategis seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), mengingat Kalimantan Selatan berada pada jalur pasokan energi dan logistik menuju kawasan IKN.

Dalam konteks pertahanan, lanjutnya, energi memiliki peranan yang sangat penting bagi kesiapan operasi udara. Ketersediaan bahan bakar penerbangan, pasokan listrik, hingga keandalan sistem navigasi, komunikasi, dan radar sangat bergantung pada ketersediaan energi yang memadai dan berkelanjutan.

“Bagi TNI Angkatan Udara, tentu aspek energi sangat penting. Kesiapan operasi udara bergantung pada ketersediaan bahan bakar penerbangan, pasokan listrik, serta keandalan sistem navigasi, komunikasi, dan radar, yang semuanya bertumpu pada energi,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalsel juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam memperkuat ketahanan energi. Di antaranya ketergantungan terhadap energi fosil yang masih tinggi, nilai tambah hilirisasi yang belum optimal, serta keterpaduan antar pemangku kepentingan yang masih perlu diperkuat.

“Justru pada titik itulah saya berharap penelitian ini memberi manfaat,” katanya.

Syarifuddin mendorong para Perwira Siswa memanfaatkan seluruh lokasi kunjungan yang telah direncanakan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi ketahanan energi di Kalimantan Selatan.

Lokasi tersebut antara lain pembangkit energi di Tanah Laut dan Riam Kanan, pelaku usaha hilirisasi, hingga pelabuhan dan terminal khusus di Banjarmasin.

Menurutnya, kajian lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan penelitian yang komprehensif karena kondisi yang ditemukan di lapangan dapat memberikan perspektif berbeda dibandingkan dengan pembahasan yang diperoleh melalui kajian akademik.

“Gambaran di kelas dan ruang paparan dengan kenyataan di lapangan kerap berbeda, dan hasil kaji dari perbedaan itulah yang biasanya paling berguna bagi sebuah penelitian,” ujarnya.

Ia berharap hasil penelitian Pasis Seskoau tidak berhenti sebagai pemenuhan tugas akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi penguatan kebijakan energi di tingkat nasional maupun daerah.

Sementara itu, Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Dr. Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan Kuliah Kerja Penelitian Pasis Seskoau.

Ia menjelaskan, kegiatan penelitian tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan Seskoau untuk membekali para perwira siswa dengan kemampuan menganalisis persoalan strategis secara komprehensif, termasuk persoalan ketahanan energi yang memiliki keterkaitan erat dengan kepentingan pertahanan negara.

“Ketahanan energi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, para Perwira Siswa perlu melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sumber energi, distribusi, hilirisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi di daerah,” ujar Jorry.

Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki karakteristik yang relevan untuk menjadi lokasi penelitian karena memiliki sumber daya energi sekaligus infrastruktur pendukung rantai pasok energi.

Melalui kunjungan lapangan, para Pasis diharapkan tidak hanya memperoleh data, tetapi juga memahami hubungan antara pengelolaan energi, pembangunan ekonomi, konektivitas wilayah, serta kepentingan pertahanan.

“Kami berharap para Perwira Siswa dapat memperoleh data yang valid dan gambaran yang komprehensif dari lapangan. Hasil kajian ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan strategis dalam memperkuat ketahanan energi untuk mendukung kepentingan pertahanan negara,” katanya.

Jorry menekankan, dinamika lingkungan strategis global yang terus berkembang menuntut para perwira untuk mampu melihat persoalan pertahanan secara lebih luas dan lintas sektor.

Hal tersebut sejalan dengan arah pendidikan Seskoau yang membekali perwira siswa agar mampu menghadapi perubahan lingkungan strategis dan karakter peperangan modern yang semakin kompleks serta multidomain.

Dalam pelaksanaan pendidikan Seskoau Angkatan ke-65 Tahun Pelajaran 2026, terdapat sekitar 100 Perwira Siswa yang mengikuti rangkaian pendidikan dan kegiatan penelitian. Peserta berasal dari TNI Angkatan Udara serta melibatkan perwira dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polri, dan satu perwira siswa dari Singapura.

Jorry juga menilai, keterlibatan perwira dari berbagai matra dan institusi menjadi modal penting dalam membangun cara pandang yang lebih terpadu terhadap isu pertahanan.

“Kegiatan ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi wahana bagi para Perwira Siswa untuk belajar langsung dari kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, mereka dapat menghubungkan teori, data, dan kondisi faktual untuk menghasilkan kajian yang memiliki nilai strategis,” ujarnya.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Penelitian di Kalimantan Selatan, Seskoau diharapkan memperoleh data dan perspektif yang dapat memperkaya kajian mengenai ketahanan energi, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pertahanan dan pemerintah daerah dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis global. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id