






SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 dengan mengusung tema “Bersama Tingkatkan Kreativitas dalam Membantu Anak Berkebutuhan Khusus Memainkan Peran Nyata untuk Meraih Cita”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SLB-C Negeri Pembina, di Banjarbaru, Kamis (18/12/2025).
Peringatan HDI diisi dengan berbagai penampilan bakat peserta didik, mulai dari menyanyi, menari, hingga pertunjukan seni lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan potensi dan kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh siswa berkebutuhan khusus.
Acara tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Khusus Disdikbud Kalsel, Muhammad Rusdi, menyampaikan rasa bangganya atas kreativitas dan keberanian para siswa dalam menampilkan bakat mereka.
“Kami sangat mengapresiasi pihak sekolah yang telah melaksanakan kegiatan ini. Hari ini kita bisa melihat bakat-bakat anak yang selama ini mungkin terpendam, dapat ditampilkan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Rusdi.
Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan inklusif, Disdikbud Kalsel sepanjang tahun 2025 telah menyalurkan berbagai bantuan fasilitas guna menunjang kreativitas dan prestasi siswa SLB.
“Bantuan tersebut meliputi peralatan pendidikan edukatif khusus, peralatan olahraga standar, alat praktik keterampilan seperti kelas memasak, membatik, dan salon, serta pembangunan dan rehabilitasi sarana fisik sekolah, termasuk ruang kelas, ruang keterampilan, mushola, dan lapangan sekolah,” tururnya.
Rusdi berharap, dengan kelengkapan fasilitas tersebut, para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan termotivasi untuk terus mengembangkan potensi serta meraih prestasi.
“Harapan kami, dengan fasilitas yang telah dilengkapi ini, anak-anak bisa belajar dengan baik dan terus meningkatkan prestasi mereka,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, Rosita Sari, menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata untuk mengapresiasi potensi dan keinginan para siswa. Melalui metode bermain peran, siswa diajak berimajinasi sekaligus merasakan langsung profesi atau peran yang mereka cita-citakan.
“Seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, turut berpartisipasi menampilkan bakat mereka. Semangat ini didukung oleh sinergi antara guru yang terus memotivasi serta orang tua yang selalu memberikan dukungan,” jelas Rosita.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi anak-anak disabilitas agar dapat berperan aktif di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Harapan saya, anak-anak ini memiliki panggung di dunia nyata untuk menggali potensi mereka. Jangan mengucilkan atau mengabaikan mereka. Lihatlah bukan dari kekurangannya, tetapi dari begitu banyak kelebihan yang mereka miliki,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










