

Dalam rangka menyambut momen 5 Rajab, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan mengemban peran strategis sebagai posko gabungan, baik sebagai Posko Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun sebagai posko resmi Tim Induk Sekumpul di Zona 8.
Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri, mengatakan bahwa keberadaan posko ini tidak hanya berfokus pada pelayanan jamaah, tetapi juga menjadi pusat pengendalian berbagai kegiatan pendukung selama pelaksanaan 5 Rajab.
“Posko Fajar Harapan ini mengemban dua fungsi sekaligus. Pertama sebagai Posko Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan kedua sebagai posko resmi Tim Induk Sekumpul di Zona 8. Karena itu, persiapannya memang membutuhkan energi lebih,” kata Jumri, Banjar, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas penyediaan konsumsi seperti makan dan minum bagi jamaah, tetapi juga pengelolaan berbagai aktivitas penting lainnya. Salah satunya adalah pelaksanaan salat berjamaah, di mana posko Fajar Harapan menjadi titik imam dari batas kota hingga Simpang Rahayu.
Selain itu, pengendalian sistem pengeras suara juga menjadi tanggung jawab posko Fajar Harapan. Atas amanat Tim Induk Sekumpul, pemasangan mikrofon dari batas kota hingga kawasan Q Mall sepenuhnya dikendalikan dari panti tersebut.
“Corong Mikrofon yang kami pasang saat ini sudah lebih dari 60 unit, termasuk yang berada di sepanjang jalur A. Yani hingga Simpang Rahayu,” jelasnya.
Untuk mendukung kenyamanan jamaah, posko Fajar Harapan juga menyiapkan 13 layar pemantau, lima di antaranya berada di dalam area panti, sementara delapan lainnya terpasang di sepanjang jalur A. Yani. Selain itu, dapur umum turut dioperasikan dan dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Jumri menyampaikan bahwa para klien panti juga dilibatkan dalam kegiatan posko, khususnya mereka yang masih memiliki kemampuan fungsional. Klien disabilitas netra kategori low vision turut membantu sesuai kapasitas masing-masing.
“Kami juga melibatkan alumni panti. Untuk imam salat, insyaallah akan diisi oleh Ahmad Najibullah, alumni kami yang telah menyelesaikan pendidikan dan lulus di UIN Antasari. Kami berani menjamin kemampuan beliau setara dengan imam lainnya,” tambahnya.
Terkait penginapan, Jumri menegaskan bahwa posko Fajar Harapan tidak membuka layanan penginapan secara resmi. Namun, pihaknya tetap menyiapkan langkah penanganan darurat apabila terdapat jamaah yang mengalami kondisi mendesak.
“Jika ada jamaah yang benar-benar dalam kondisi darurat, misalnya kehujanan atau tidak memiliki tempat berteduh, aula kami siapkan sebagai penanganan sementara. Tapi ini bukan penginapan resmi,” tegasnya.
Posko Fajar Harapan sendiri mulai beroperasi sejak Jumat dan akan tetap siaga hingga malam Senin. Meski kegiatan utama telah selesai, posko kesehatan tetap bersiaga hingga dini hari guna memastikan kondisi jamaah tetap aman dan terkendali.
“Biasanya setelah jamaah mulai terurai dan kembali dari Sekumpul, kami tetap standby. Posko kesehatan bahkan tetap berjaga sampai sekitar pukul dua dini hari,” pungkas Jumri. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










