Laboratorium Bahan Konstruksi Lampaui Target PAD 2025, Bukti Layanan Berkualitas dan Dipercaya

Laboratorium Bahan Konstruksi Lampaui Target PAD 2025, Bukti Layanan Berkualitas dan Dipercaya

Kinerja pelayanan publik yang konsisten dan profesional kembali ditunjukkan oleh Laboratorium Bahan Konstruksi di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan. 

Sepanjang tahun 2025, unit pelayanan teknis ini berhasil melampaui target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan capaian fantastis mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

Kepala Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel, Widhe Prima Duanda, menyampaikan bahwa capaian tersebut jauh melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar Rp971 juta. Dengan realisasi mencapai Rp1,517 miliar atau setara 162 persen, penerimaan tahun 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah operasional UPT Laboratorium Bahan Konstruksi.

“Capaian kita di tahun 2025 melebihi target hingga 162 persen. Ini membuktikan bahwa pelayanan pengujian yang kami berikan berkualitas dan sangat diminati oleh masyarakat serta pelaku jasa konstruksi,” ujar Widhe Prima Duanda, didampingi Kepala Seksi Kemitraan dan Pengendalian Mutu Muchlidani serta Kepala Seksi Pengujian Elini Yanti, di Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, dari berbagai jenis layanan pengujian yang tersedia, uji kuat tekan beton masih menjadi layanan paling dominan dan menjadi andalan dari tahun ke tahun. Pengujian ini banyak dimanfaatkan untuk memastikan mutu material konstruksi sesuai standar teknis yang dipersyaratkan.

“Uji kuat tekan beton memang selalu menjadi parameter paling menonjol dibandingkan pengujian lainnya. Permintaan terhadap layanan ini terus meningkat seiring tingginya aktivitas pembangunan,” jelasnya.

Menatap tahun 2026, Laboratorium Bahan Konstruksi Kalsel menargetkan penerimaan PAD sebesar Rp1.017 miliar. Target tersebut bersifat dinamis dan masih dapat disesuaikan pada perubahan anggaran, mengikuti kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kami tetap optimis. Dengan upaya peningkatan layanan dan kepercayaan masyarakat, insya Allah penerimaan PAD dari sektor pengujian bahan konstruksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun secara persentase kenaikannya mungkin tidak terlalu besar,” pungkas Widhe.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran strategis Laboratorium Bahan Konstruksi sebagai garda terdepan dalam mendukung kualitas pembangunan infrastruktur di Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi kontributor nyata bagi peningkatan pendapatan daerah. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *