

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong percepatan transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan, khususnya layanan laboratorium, agar semakin cepat, transparan, dan aman dari ancaman siber.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, saat menjadi narasumber dalam kegiatan ilmiah Musyawarah Wilayah (Muswil) V Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (DPW PATELKI) Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Sabtu (24/1/2025).
Dalam forum yang diikuti para tenaga teknologi laboratorium medik dari berbagai daerah di Kalsel tersebut, Muslim mengapresiasi penyelenggaraan Muswil yang dikemas dengan berbagai agenda, salah satunya seminar hybrid dengan tema-tema variatif dan inovatif yang mengaitkan profesi laboratorium dengan perkembangan teknologi digital.
“Seminar ini sangat inovatif karena menghubungkan transformasi pelayanan laboratorium dengan pemanfaatan teknologi digital, sekaligus menekankan pentingnya aspek keamanan sistem,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital di bidang laboratorium kesehatan tidak hanya berorientasi pada percepatan layanan dan kemudahan akses data, tetapi juga harus dibarengi dengan kemampuan membangun sistem digital yang aman. Pemanfaatan platform digital tanpa penguatan keamanan siber berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap data dan layanan kesehatan.
“Digitalisasi pelayanan laboratorium harus diiringi dengan pemahaman tentang keamanan sistem. Tidak cukup hanya memanfaatkan platform digital, tetapi juga memastikan platform tersebut aman dan tidak mudah diserang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Muslim menambahkan, Diskominfo Kalsel sebagai pengawal transformasi digital pemerintah daerah siap memberikan dukungan terhadap penguatan sistem digital di sektor pelayanan kesehatan, termasuk subsistem laboratorium. Hal ini sejalan dengan peran strategis tenaga teknologi laboratorium medik sebagai garda terdepan dalam penyediaan data kesehatan masyarakat.
“Tenaga laboratorium, terutama di level puskesmas, menjadi pintu masuk untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat. Dengan dukungan transformasi digital yang aman, data yang dihasilkan akan semakin akurat dan bermanfaat bagi perencanaan kebijakan kesehatan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ilmiah PATELKI ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap terbangun sinergi antara pemerintah, tenaga laboratorium, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pelayanan laboratorium yang modern, digital, dan berdaya saing, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat di daerah. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










