Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyusunan RKPD Tahun 2027.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan bahwa RKPD 2027 merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia, termasuk target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2025 mencapai 6,2 persen, yang menunjukkan kinerja positif pembangunan daerah.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pembangunan di Kalimantan Selatan. Namun, angka tersebut tetap menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Forum Konsultasi Publik 2027 di Bappeda Provinsi Kalsel, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, secara historis pertumbuhan ekonomi daerah belum pernah mencapai target optimistis yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tertinggi sebelumnya berada pada angka 6,9 persen pada tahun 2011.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran sebagai indikator utama pembangunan daerah.
“Persentase penduduk miskin ditargetkan turun hingga kisaran 1,64 persen sampai 2,6 persen pada tahun 2029, sementara tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 3,27 persen hingga 3,97 persen. Target ini membutuhkan kebijakan pembangunan yang terarah dan terukur,” jelasnya.
Ia menegaskan, strategi pembangunan daerah akan difokuskan pada penguatan investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










