



Sepekan menjalani bulan suci Ramadan, kegiatan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera tetap berjalan sebagaimana hari biasa dengan sejumlah penyesuaian dan penambahan kegiatan keagamaan.
Kepala PPRSLU Budi Sejahtera, Hairun Nisa menjelaskan, secara umum jadwal kegiatan harian tidak mengalami perubahan. Kegiatan rutin tetap dilaksanakan dari Senin hingga Sabtu.
“Untuk hari Senin biasanya ada terapi atau pemeriksaan kesehatan. Selasa dan Kamis diisi dengan ceramah agama. Rabu kegiatan rutin harian, Jumat senam lansia atau diganti dengan keterampilan, dan Sabtu ada Sabtu Ceria berupa penyaluran hobi seperti berkebun, beternak kecil, atau kegiatan psikososial,” kata Nisa, Banjarbaru, Kamis (26/2/2026).
Namun khusus Ramadan, pihak panti menambahkan sejumlah kegiatan bernuansa religius. Di antaranya buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, hingga belajar mengaji bagi para lansia yang mampu mengikuti.
“Karena ini bulan Ramadan, kami tambahkan buka puasa bersama, tarawih bersama, dan belajar mengaji. Nanti juga akan ada salat Idulfitri di panti,” ujarnya.
Terkait konsumsi, Nisa menegaskan jadwal makan tetap disediakan tiga kali sehari. Hal ini mempertimbangkan kondisi kesehatan para penghuni.
“Jumlah yang tidak berpuasa lebih banyak, mengingat kondisi lansia yang memang sudah uzur. Jadi makan tetap kami sediakan tiga kali sehari. Bagi yang berpuasa, makanan diberikan saat sahur dan berbuka,” terangnya.
Sejak awal Ramadan, pihaknya juga telah menerima kunjungan dari pihak swasta dan pengusaha yang berbagi dengan para penghuni.
“Alhamdulillah, sejak hari pertama Ramadan sudah ada kunjungan dari pihak swasta. Para klien lansia menerima souvenir seperti sarung, jilbab, serta uang jajan atau uang lebaran,” tambahnya.
Untuk pendampingan, para pengasuh tetap menjalankan tugas seperti biasa tanpa perubahan jadwal.
“Pengasuh setiap pagi melakukan rutinitas menjaga kebersihan panti, merawat dan memandikan lansia, serta mendampingi dalam kegiatan harian,” jelasnya.
Saat ini kapasitas panti mencapai 180 orang di dua lokasi, yaitu di Kota Banjarbaru dan di Kab Banjar. Di lokasi utama tercatat 110 orang, namun baru saja satu lansia meninggal dunia sehingga jumlahnya menjadi 109 orang.
“Kami juga memiliki daftar tunggu. Jadi yang akan masuk sudah ada,” pungkas Hairun Nisa. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










