Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat program pengentasan kemiskinan sebagai bagian dari realisasi janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.
Kepala Dinas Sosial Kalsel, M. Farhanie, menyebutkan pada 2026, pihaknya mendapatkan tambahan anggaran untuk program bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) sebanyak sekitar 175 unit yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota.
“Sebagian sudah berjalan, bahkan di Hulu Sungai sudah ada yang selesai,” kata Farhanie, Banjarbaru, Selasa (3/3/2026).
Selain itu, Dinsos juga menyalurkan berbagai alat bantu bagi penyandang disabilitas seperti kursi roda dan kaki palsu kepada masyarakat yang berhak menerima.
Tidak hanya bantuan fisik, pemberdayaan ekonomi keluarga miskin juga menjadi fokus. Orang tua dari anak-anak keluarga kurang mampu, termasuk yang bersekolah di Sekolah Rakyat, didorong mengikuti program usaha ekonomi produktif.
“Orang tuanya kita berdayakan, kita beri modal usaha walaupun tidak besar, misalnya untuk usaha tambal ban atau usaha kecil lainnya,” jelasnya.
Dinsos juga memperkuat kolaborasi dengan posyandu dalam penyaluran bantuan permakanan bagi ibu dan anak, sekaligus mendukung program percepatan penurunan stunting.
Tidak ketinggalan, bantuan alat tulis sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu juga akan dianggarkan dan disalurkan berdasarkan data dari kabupaten/kota.
“Pengentasan kemiskinan ini tanggung jawab bersama. Kami di Dinas Sosial akan terus berupaya memperluas jangkauan bantuan dan memastikan tepat sasaran,” tutupnya. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










