BMKG Paparkan Layanan Informasi Meteorologi untuk Dukung Keselamatan Mudik Lebaran 2026

BMKG Paparkan Layanan Informasi Meteorologi untuk Dukung Keselamatan Mudik Lebaran 2026

Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra, memaparkan berbagai layanan informasi meteorologi penerbangan dalam kegiatan Sosialisasi Informasi Meteorologi Penerbangan dan Maritim untuk Mendukung Pelaksanaan Mudik Lebaran 2026, secara virtual, Selasa (10/3/2026). 

Kegiatan yang digelar di Stasiun Meteorologi yang melayani kawasan Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan terhadap pentingnya informasi cuaca dalam menjamin keselamatan transportasi selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Dalam paparannya, Bayu Kencana Putra menjelaskan bahwa layanan meteorologi penerbangan merupakan bagian penting dalam sistem keselamatan penerbangan yang berlandaskan berbagai regulasi nasional maupun internasional, seperti Annex 3 ICAO, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Informasi meteorologi penerbangan memiliki peran vital dalam mendukung keselamatan operasional pesawat. Data cuaca yang kami sampaikan menjadi dasar bagi pilot dan pengelola bandara dalam mengambil keputusan terkait penerbangan,” jelas Bayu.

Ia memaparkan sejumlah jenis layanan meteorologi yang disediakan BMKG untuk mendukung operasional penerbangan, di antaranya METAR dan SPECI yang berisi laporan kondisi cuaca aktual di bandara, Aerodrome Forecast (TAF) yang memberikan prakiraan cuaca bandara, serta Aerodrome Warning yang berisi peringatan dini terhadap kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu operasional pesawat dan fasilitas bandara.

Menurutnya, laporan cuaca tersebut memuat berbagai unsur meteorologi penting seperti arah dan kecepatan angin permukaan, jarak pandang, fenomena cuaca, kondisi awan, suhu udara dan titik embun, hingga tekanan udara. Informasi tersebut diperbarui secara berkala maupun secara khusus ketika terjadi perubahan cuaca signifikan.

“Jika terjadi perubahan kondisi cuaca yang signifikan seperti penurunan jarak pandang, perubahan arah angin yang cukup besar, atau munculnya fenomena cuaca seperti hujan lebat dan badai petir, maka akan diterbitkan laporan khusus atau special report,” ujarnya.

Selain itu, BMKG juga menyediakan Flight Document, yaitu dokumen meteorologi dalam bentuk grafik dan peta cuaca yang digunakan sebagai referensi pilot sebelum melakukan penerbangan. Dokumen tersebut memuat informasi cuaca bandara keberangkatan, bandara tujuan, bandara alternatif, kondisi angin pada berbagai lapisan udara, citra satelit, serta peta cuaca signifikan.

Dalam mendukung akurasi data cuaca, Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor juga mengoperasikan berbagai peralatan pemantauan modern, seperti Automatic Weather Observing System (AWOS), Automatic Weather Station (AWS), barometer digital, serta radar cuaca.

Bayu menambahkan, menjelang arus mudik Lebaran, BMKG akan terus meningkatkan koordinasi dan penyebaran informasi cuaca kepada pemangku kepentingan transportasi, termasuk melalui berbagai platform digital dan sistem komunikasi operasional.

“Kami berkomitmen menyediakan informasi meteorologi yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan, sehingga seluruh pihak yang terlibat dalam transportasi udara dapat mempersiapkan langkah antisipasi demi keselamatan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *