BPS Rilis Ekspor Barang Asal Kalsel Capai US$931,79 juta Pada November 2025

BPS Rilis Ekspor Barang Asal Kalsel Capai US$931,79 juta Pada November 2025

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis ekspor barang asal Kalimantan Selatan mencapai US$931,79 juta atau naik 5,60 persen dibanding nilai ekspor Oktober 2025 yang sebesar US$882,41 juta. Jika dibandingkan dengan nilai ekspor November 2024 yang mencapai US$1.118,55 juta, nilai ekspor November 2025 ini turun sebesar 16,70 persen. 

“Ekspor terbesar Kalimantan Selatan November 2025 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit disumbangkan oleh kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$844,69 juta. Nilai tersebut mengalami peningkatan, yaitu sebesar 11,36 persen dibandingkan ekspor Oktober 2025 yang sebesar US$758,51 juta. Pada urutan kedua adalah

kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang menyumbang ekspor sebesar US$43,52 juta, turun sebesar 48,38 persen dibandingkan ekspor Oktober 2025 yang mencapai US$84,31 juta. Sementara itu, di urutan ketiga adalah kelompok berbagai produk kimia (HS38) dengan nilai ekspor US$15,75 juta, naik sebesar 91,03 persen dibandingkan dengan ekspor Oktober 2025 yang sebesar US$8,24 juta,” kata Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Senin (5/1/2026).

Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor November 2025, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 90,65 persen. Kemudian diikuti oleh kelompok lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dan kelompok berbagai produk kimia (HS 38) dengan kontribusi masing-masing sebesar 4,67 persen dan 1,69 persen.

“Nilai impor Kalimantan Selatan pada November 2025 mencapai US$152,70 juta. Nilai ini naik sebesar 17,46 persen jika dibandingkan dengan nilai impor Oktober 2025 yang sebesar US$130,00 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor November 2024 yang mencapai US$135,59 juta, maka nilai impor November 2025 ini naik sebesar 12,62 persen,” ujar Hanief.

Hanief pun menjelaskan, Lima kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada November 2025 yang masuk ke Kalimantan Selatan adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$104,45 juta dengan kontribusi sebesar 68,40 persen; diikuti kelompok kapal, perahu dan struktur terapung (HS 89) senilai US$23,79 juta dengan kontribusi sebesar 15,58 persen; kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) senilai US$13,94 juta dengan kontribusi sebesar 9,13 persen; kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) senilai US$7,16 juta dengan kontribusi sebesar 4,69 persen; kelompok berbagai produk kimia (HS 38) senilai US$0,67 juta dengan kontribusi sebesar 0,44 persen dari total impor November 2025.

Nilai total kelima komoditas terbesar tersebut adalah US$150,01 juta dengan kontribusi sebesar 98,24 persen dari total impor November 2025. Nilai ini naik sebesar 23,59 persen dibandingkan total kelimanya pada Oktober 2025 yang sebesar US$121,38 juta.

“Nilai total impor kelima komoditas terbesar tersebut pada Januari–November 2025 mencapai US$1.362,78 juta dengan kontribusi sebesar 96,35 persen terhadap total impor, nilai impor ini turun 26,96 persen dibanding impor Januari–November 2024 yang senilai US$1.865,74 juta,” tandasnya.

Impor Kalimantan Selatan pada Juni 2025, menurutnya negara asal tertinggi adalah dari Jepang dengan nilai US$ 46,55 juta, turun sebesar 9,99 persen dibandingkan pada Mei 2025 yang sebesar US$ 51,72 juta. Kemudian diikuti oleh impor dari Malaysia yang mencapai US$ 45,86 juta, disusul impor dari Singapura dengan nilai US$ 41,99 juta, impor dari Tiongkok sebesar US$ 40,45 juta, dan impor dari Thailand sebesar US$ 0,41 juta. Kontribusi impor dari Jepang mencapai 26,39 persen dari total nilai impor Kalimantan Selatan Juni 2025. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *