
Capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 tidak hanya menjadi indikator prestasi bagi Provinsi Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam penyusunan arah pembangunan berbasis data.
Berdasarkan rilis Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kalimantan Selatan memperoleh skor 3,65 dan menjadi provinsi dengan tingkat daya saing tertinggi di regional Kalimantan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, menegaskan bahwa data IDSD memiliki fungsi penting sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan terukur.
“IDSD memberikan gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan tantangan daerah. Dengan memahami setiap indikatornya, kami dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya saat ditemui di Banjarbaru, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan mengintegrasikan indikator daya saing ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah guna memastikan sinkronisasi dengan target pembangunan nasional.
“Daya saing daerah kami petakan melalui tiga faktor utama, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar, efisiensi pembangunan, serta inovasi dan kecanggihan ekonomi. Data ini menjadi rujukan utama dalam menentukan langkah strategis ke depan,” tambah Thaufik.
Penguatan pada pilar Adopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Keterampilan sumber daya manusia juga menjadi fokus lanjutan guna mendorong produktivitas dan transformasi ekonomi daerah.
Melalui optimalisasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan peningkatan daya saing daerah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat regional maupun nasional. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










