Dermaga Pasar Terapung TMII Jadi Sarana Edukasi Budaya bagi Pelajar

Dermaga Pasar Terapung TMII Jadi Sarana Edukasi Budaya bagi Pelajar

Kehadiran Dermaga Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membawa dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Salah satu pengunjung, Tri Purwanti, guru dari SMPN 192 Jakarta, mengaku bangga atas hadirnya wahana tersebut saat ditemui di lokasi, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, dermaga ini menjadi sarana edukasi yang efektif bagi siswa untuk mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Kalimantan Selatan tanpa harus berkunjung langsung ke daerah asalnya.

“Ini sangat menyenangkan dan menambah wawasan anak-anak tentang tradisi Kalimantan Selatan. Kita tidak perlu jauh-jauh ke sana, cukup ke TMII sudah bisa mendapatkan pengetahuan yang diinginkan,” ujarnya.

Tri menilai, antusiasme siswa cukup tinggi selama kunjungan. Mereka tidak hanya tertarik pada aktivitas jual beli di pasar terapung, tetapi juga ingin memahami aspek budaya yang lebih mendalam, termasuk istilah-istilah dalam bahasa daerah.

Ia pun memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar pengembangan dermaga ke depan lebih memperkuat unsur edukasi. Menurutnya, perlu adanya papan informasi mengenai istilah khas dalam bahasa Banjar, seperti sebutan bagi penjual, pembeli, maupun jenis transaksi. Selain itu, visualisasi kehidupan sehari-hari masyarakat di pasar terapung juga dinilai penting untuk memberikan gambaran budaya yang lebih utuh kepada siswa.

“Tadi anak-anak juga bertanya tentang sebutan dalam bahasa daerah. Jadi selain tradisi jual beli, istilah-istilah kultural itu sangat penting sebagai tambahan pengetahuan,” tambahnya.

Ke depan, keberadaan Dermaga Pasar Terapung diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan “perpustakaan hidup” yang mampu melestarikan kekayaan budaya Nusantara di tengah ibu kota. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id