
Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026–2029 bersama awak media sebagai upaya memperkuat kolaborasi informasi pembangunan sektor perkebunan dan peternakan di Banua.
Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menegaskan bahwa seluruh program strategis 2026–2029 dibangun dengan pendekatan diversifikasi dan integrasi, bukan lagi pengembangan komoditas secara parsial.
“Kami membangun tidak lagi dengan model tradisional. Semua komoditas sawit, karet, kelapa, kopi, hingga ternak kini berbasis diversifikasi terintegrasi, sesuai komitmen Bapak Gubernur H. Muhidin dalam RPJMD,” ujarnya.
Suparmi menegaskan bahwa keberhasilan Disbunnak tidak diukur melalui klaim internal, tetapi melalui indikator objektif yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS): Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Peternakan (NTUP).
“Alhamdulillah, NTP perkebunan kita untuk Oktober–November berada di angka 149 persen. Ambang kesejahteraan adalah 100. Jadi angka 149 menunjukkan pekebun kita sudah sejahtera. Jika NTP dan NTUP berada di atas 100, artinya pekebun dan peternak rakyat di Kalsel sudah berada dalam kategori sejahtera,” tegasnya.
Suparmi menjelaskan bahwa seluruh program strategis mulai dari hilirisasi sawit, penguatan industri karet rakyat, pengembangan kelapa genjah entok, penguatan kopi lokal, hingga industrialisasi peternakan ayam dan sapi dirancang dengan orientasi jangka panjang.
Pendekatan ini mencakup pembangunan sarana pengolahan, penyiapan industri hilir, hingga integrasi dengan BUMD dan mitra strategis sektor perkebunan dan peternakan.
Mengakhiri paparannya, Suparmi menegaskan bahwa Disbunnak Kalsel berkomitmen menjaga kesinambungan pembangunan dan mendorong kesejahteraan pelaku usaha di sektor perkebunan dan peternakan.
“Kami akan terus mengawal agar seluruh komoditas sawit, karet, kelapa, kopi, dan ternak dibangun secara berkelanjutan, terintegrasi, dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Banua,” tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi interaktif bersama awak media yang diharapkan menjadi mitra strategis dalam memperluas informasi pembangunan sektor perkebunan dan peternakan di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










