




Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan inspeksi keselamatan atau ramp check terhadap kendaraan angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan kendaraan, pengemudi, serta awak angkutan dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan mudik.
Pelaksanaan ramp check dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, operator angkutan, serta Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia (IPKBI) Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, M Fitri Hernadi mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh kendaraan dan pengemudi yang melayani angkutan Lebaran dalam kondisi layak dan memenuhi standar keselamatan.
“Kita melaksanakan ramp check untuk pengujian kendaraan angkutan Lebaran yang kami kolaborasikan dengan uji narkoba bekerja sama dengan BNN, kemudian uji kesehatan bagi driver dan awak kendaraan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Bersama operator angkutan dan stakeholder lainnya, kita berupaya menghadirkan angkutan Lebaran yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para pengemudi menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes narkoba untuk memastikan kondisi mereka benar-benar siap memberikan pelayanan kepada penumpang.
“Para driver saat ini sedang mengantri untuk menjalani pemeriksaan. Mudah-mudahan hasilnya semuanya sehat, fit, dan prima untuk melayani masyarakat. Kemudian dari hasil pemeriksaan BNN kita juga berharap seluruhnya negatif, tidak ada yang terindikasi menggunakan narkoba,” katanya.
Selain memeriksa kondisi pengemudi, Dishub Kalsel juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kendaraan yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran, termasuk kelengkapan administrasi dan aspek teknis kendaraan.
“Kami juga bekerja sama dengan Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia Kalimantan Selatan untuk menguji seluruh kendaraan yang beroperasi di Terminal induk km 6 Banjarmasin. Dengan demikian kita memiliki keyakinan bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai standar pelayanan minimal dan benar-benar memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna angkutan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi pengemudi yang sehat dan kendaraan yang laik jalan menjadi faktor utama dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman.
“Kita berharap para sopir bebas dari narkoba, dalam kondisi sehat dan fit, serta kendaraannya juga kita pastikan layak jalan. Dengan kendaraan dan pengemudi yang sama-sama dalam kondisi baik, diharapkan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, baik menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.
“Masyarakat yang mudik mandiri juga kami harapkan melakukan pengecekan terhadap kendaraannya, termasuk komponen penting seperti fast moving agar tidak terjadi kendala selama perjalanan. Selain itu, rumah yang ditinggalkan juga harus dipastikan dalam keadaan aman,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fitri berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib dan tidak terjadi lonjakan perjalanan secara bersamaan.
“Kita berharap mudik tahun ini tidak terjadi secara bersamaan, sehingga pergerakan masyarakat dapat lebih terdistribusi. Dengan berbagai langkah pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan sejak awal ini, kita berharap dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










