
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran sekaligus menjaga keselamatan wisatawan, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan selaku pengelola kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam menambah personel serta armada penjagaan di sejumlah titik rawan.
Kepala Dishut Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemasangan rambu peringatan hingga penempatan petugas di lokasi-lokasi yang dinilai berisiko.
“Selain memasang rambu peringatan, kami juga menempatkan petugas secara langsung di titik-titik tersebut untuk mengawasi aktivitas pengunjung,” ujar Fathimatuzzahra, Banjarbaru, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, pengelola Tahura Sultan Adam juga telah menyiapkan armada ambulans khusus sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat di kawasan wisata tersebut.
“Jadi tidak perlu lagi memanggil dari luar. Mudah-mudahan ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Pengawasan diperketat terutama di sejumlah area yang dinilai memiliki potensi risiko, seperti kawasan Bukit Batu, kolam-kolam di kawasan Mandiangin, serta beberapa ruas jalan yang rawan kecelakaan di dalam kawasan Tahura.
Menurut Fathimatuzzahra, peningkatan pengamanan ini dilakukan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tahura Sultan Adam meningkat signifikan selama masa libur Lebaran.
“Kami menambah armada penjagaan, khususnya di tempat-tempat yang riskan seperti di sekitar Bukit Batu. Kadang masih ada pengunjung yang berenang walaupun sudah kami larang. Begitu juga di sekitar kolam di Mandiangin serta di jalan-jalan yang rawan kecelakaan, pengawasannya kami perketat,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









