Diskominfo Kalsel Gelar Ceramah Pembinaan Fiqih Puasa bagi ASN

Diskominfo Kalsel Gelar Ceramah Pembinaan Fiqih Puasa bagi ASN

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan rutin pembinaan kerohanian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN dengan mengangkat tema “Fiqih Puasa”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperdalam pemahaman ibadah di bulan suci Ramadan serta meningkatkan kualitas spiritual pegawai.

Kegiatan yang menghadirkan penceramah Ustaz H. Muslimin tersebut membahas secara mendalam tentang tingkatan-tingkatan puasa serta hikmah yang terkandung didalamnya. Materi ini ditujukan kepada seluruh ASN dan non ASN di lingkungan Diskominfo Kalsel agar ibadah puasa tidak hanya dijalankan secara formalitas, tetapi juga berkualitas.

Sekretaris Diskominfo Provinsi Kalsel, Mashudi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai klasifikasi puasa, mulai dari tingkatan dasar hingga puasa yang benar-benar berorientasi pada perolehan pahala dan keridaan Allah SWT.

“Kegiatan hari ini sangat baik untuk kita semua, baik ASN maupun non ASN di Diskominfo Kalsel. Kita menjadi lebih memahami tingkatan-tingkatan puasa, dari yang biasa hingga yang benar-benar mengejar pahala dan keridaan Allah SWT,” ujar Mashudi, Banjarbaru, Kamis (5/3/2026).

Menurut Mashudi, pembinaan kerohanian ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dibawah kepemimpinan Gubernur H. Muhidin. Program tersebut bertujuan memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan sebagai landasan dalam menjalankan tugas kedinasan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni sebagai sarana refleksi dan koreksi diri, meningkatkan kinerja melalui penanaman nilai-nilai spiritual, serta memperkokoh fondasi keagamaan pegawai.

“Ini merupakan program Bapak Gubernur melalui Tim Ahli Gubernur (TAG) Bidang keagamaan. Kegiatan ini perlu dilaksanakan secara rutin, bahkan jika memungkinkan lebih sering lagi, karena menjadi fondasi kita dalam bekerja agar tetap berada dalam koridor keimanan dan ketakwaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ustaz H. Muslimin menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses ibadah yang memiliki aturan dan tuntunan jelas sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak menjalankan puasa secara sia-sia akibat lalai menjaga kualitas ibadahnya.

“Jangan hanya melaksanakan puasa, tetapi tidak menjaga hal-hal yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Banyak orang beribadah, namun karena tidak pandai menjaganya, amal ibadahnya menjadi sia-sia,” tuturnya.

Mengutip klasifikasi dari Imam Ghazali, ia menjelaskan bahwa puasa terbagi dalam tiga tingkatan. Pertama, Puasa Awam, yaitu puasa kebanyakan orang yang hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik. Kedua, Puasa Khawas, yakni puasa orang-orang saleh yang menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa dan penyakit hati. Ketiga, Puasa Khawasul Khawas, yaitu tingkatan tertinggi yang memfokuskan hati sepenuhnya kepada Allah SWT.

Ia menambahkan, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi mukmin yang bertakwa. Dengan derajat ketakwaan tersebut, seseorang diharapkan memperoleh keselamatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kalsel berharap para pegawai memiliki pemahaman agama yang lebih baik, sehingga ibadah puasa yang dijalankan tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga berdampak positif terhadap integritas dan profesionalisme dalam bekerja. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *