DP3AKB dan BKOW Kalsel Dorong Peran Aktif Lansia sebagai Pilar Ketahanan dan Kualitas Keluarga

DP3AKB dan BKOW Kalsel Dorong Peran Aktif Lansia sebagai Pilar Ketahanan dan Kualitas Keluarga

Peran lansia sebagai bagian penting dalam ketahanan keluarga menjadi sorotan dalam kegiatan Silaturahmi dan Edukasi Kesehatan Lansia yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama BKOW Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga upaya mendorong lansia agar tetap aktif, sehat, dan berdaya dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi, menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas keluarga di Banua.

“Terselenggaranya kegiatan ini menunjukkan perhatian BKOW terhadap peningkatan kualitas keluarga, khususnya bagi lansia di Kalimantan Selatan,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (10/4/2026).

Ia menekankan bahwa usia lanjut bukanlah penghalang untuk tetap produktif. Justru, aktivitas fisik dan mental yang terjaga menjadi kunci agar lansia tetap sehat dan bahagia.

“Lansia tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara aktif dan berperan dalam kehidupan sosial, tentu dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Menurut Ellyana, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Aktivitas sederhana seperti olahraga ringan yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan mereka.

“Dukungan keluarga sangat penting, salah satunya dengan mengajak lansia melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur agar kesehatan dan kualitas hidupnya tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menyoroti bahwa lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, sehingga membutuhkan perhatian khusus melalui edukasi dan pendampingan.

“Lansia membutuhkan pemahaman tentang bagaimana menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Edukasi seperti ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Mengusung tema “Sehat, Mandiri dan Bahagia di Usia Emas”, kegiatan ini juga menegaskan bahwa lansia yang sehat merupakan aset berharga bagi keluarga dan masyarakat.

“Menua adalah proses alami, namun menua dengan sehat, mandiri, dan bahagia adalah harapan kita bersama. Ini membutuhkan peran semua pihak untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif bagi lansia,” tutup Husnul.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan diharapkan mampu mendorong terciptanya lansia yang tetap aktif, mandiri, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id