DPKP Kalsel Sinkronkan Data Hortikultura untuk Perkuat Kebijakan Pertanian Daerah

DPKP Kalsel Sinkronkan Data Hortikultura untuk Perkuat Kebijakan Pertanian Daerah

Guna menyamakan data dan memperkuat kebijakan sektor pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pertemuan Sinkronisasi Data Hortikultura Tahun 2026 di Banjarbaru, Selasa (27/1/2026). 

Dengan melibatkan dinas pertanian kabupaten/kota, Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok tani, serta petugas pengelola data. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala DPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman. 

Dalam sambutannya, Syamsir  menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya hortikultura di Kalimantan Selatan.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data statistik, Kalimantan Selatan mencatatkan capaian produksi tertinggi di regional Kalimantan dengan total produksi mencapai 1.183.000 ton. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja keras petani serta sinergi seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Capaian ini tidak terlepas dari peran petani serta dukungan Bapak dan Ibu semua di lapangan. Oleh karena itu, tugas kita bersama adalah memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil produksi hortikultura,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat dan kolaborasi dalam pengumpulan serta pengelolaan data hortikultura. Data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan dinilai menjadi fondasi utama dalam perencanaan program, evaluasi kinerja, serta pengambilan kebijakan strategis di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan DPKP Kalsel, Noor Istiqosari, menjelaskan bahwa pertemuan sinkronisasi data hortikultura merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan data tanaman hortikultura antara dinas provinsi, BPS Provinsi Kalimantan Selatan, dan dinas pertanian kabupaten/kota.

“Melalui forum ini dilakukan proses klarifikasi dan justifikasi data. Apabila terdapat data produksi, luas panen, atau produktivitas yang berada di luar tren waktu (time series), maka akan langsung dikonfirmasi kepada petugas data kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinkronisasi data dilakukan di tingkat daerah sebelum data disampaikan ke pemerintah pusat, sehingga tidak terjadi perbedaan data antarlevel pemerintahan.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Hortikultura DPKP Kalsel memaparkan hasil pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2025 serta komoditas hortikultura unggulan daerah, di antaranya bawang merah, cabai, jeruk, pisang, dan durian. Selain itu, narasumber dari BPS Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan materi terkait kelompok data tanaman hortikultura yang meliputi tanaman sayuran dan buah semusim, tanaman sayuran dan buah tahunan, tanaman biofarmaka, serta tanaman hias.

Melalui kegiatan ini, DPKP Kalsel berharap data hortikultura yang dihasilkan semakin akurat, selaras, dan sinergis antara data kabupaten/kota, provinsi, dan BPS. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan strategis guna mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *