


Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Ibnu Sina, menekankan pentingnya peningkatan literasi digital dan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di wilayah Kalimantan Selatan. Beliau menyoroti bahwa angka melek internet di Kalsel masih memerlukan perhatian serius agar tidak tertinggal dari provinsi lain di Pulau Kalimantan.
”Masukan kami mungkin nanti terkait dengan angka melek internet di Kalsel itu kan masih dalam posisi yang perlu diperbaiki. Diantara pulau Kalimantan, saya kira ini harus mendapat perhatian serius,” ujar Ibnu Sina saat menjadi narasumber pada Forum Perangkat Daerah Diskominfo Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut, Ibnu juga mengingatkan Diskominfo Provinsi Kalsel untuk terus memacu indeks SPBE agar tetap kompetitif dibandingkan dengan kabupaten/kota. Menurutnya, SPBE merupakan indikator utama keberhasilan tata kelola pemerintahan yang modern dan pelayanan publik yang prima.
”Jangan sampai Pemprov Kalsel itu kalah dengan indeks SPBE kabupaten kota. Karena secara keseluruhan, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik itu menjadi indikator keberhasilan pemerintahan dalam sisi pelayanan publik,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program kerja tahun 2026-2027 dengan visi misi Gubernur, terutama dalam aspek keterbukaan informasi dan penghapusan blank spot. Ibnu berharap di masa depan, seluruh penyelenggaraan pemerintahan sudah beralih ke sistem digital sepenuhnya.
”Semua harus serba digital. Investasi kita di sumber daya manusia juga penting, jangan sampai ada dinas yang tertinggal karena ketidaksiapan SDM sementara yang lain sudah ingin berlari,” tegasnya.
Ibnu Sina pun mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi melalui konsep Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media massa. Hal ini dianggap krusial untuk membangun ekosistem digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










