IHK Kalsel Tunjukkan Kenaikan, Dari 107,14 Pada 2024 Menjadi 111,06 di 2025

IHK Kalsel Tunjukkan Kenaikan, Dari 107,14 Pada 2024 Menjadi 111,06 di 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel)  pada Desember 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Selatan di 5 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,66 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,14 pada Desember 2024 menjadi 111,06 pada Desember 2025. 

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,98 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,89 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,57 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,37 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,31 persen; kelompok transportasi sebesar 0,98 persen; kelompok pendidikan sebesar 3,56persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,16 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 21,64 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,04 persen,” kata Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Senin (5/1/2026).

Ditambahkanya, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain emas perhiasan, beras, sigaret kretek mesin, bawang merah, cabai rawit, nasi dengan lauk, daging ayam ras, tarif rumah sakit, sewa rumah, cabai merah, kopi bubuk, kue basah, ikan papuyu, pepaya, spp sekolah dasar, telur ayam ras, mobil, minyak goreng, baju muslim wanita, bensin, spp akademi/perguruan tinggi, ikan peda, sepeda motor, pasta gigi, mie kering instant, ikan tongkol. Pemeliharaan/service motor, angkutan udara, bubur, bakso siap santap, ayam goreng, wortel, bumbu masak jadi, ikan bakar, ikan kembung, shampo, sop, biaya keamanan, gado-gado, soto, spp sekolah menengah atas, ikan sepat siam, dan seragam sekolah anak. 

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tarif parkir, tomat, ikan gabus, bawang putih, bayam, jagung manis, ikan patin, sawi hijau dan ikan nila.

Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,22 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen; kelompok transportasi sebesar 0,11 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,63 persen. 

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tarif parkir, tomat, ikan gabus, bawang putih, bayam, jagung manis, ikan patin, sawi hijau dan ikan nila,” jelas Mukhanif. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *