
Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat capaian positif dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kalimantan Selatan yang menunjukkan tren peningkatan dalam empat tahun terakhir. Peningkatan tersebut menjadi indikator komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas dan daya saing generasi muda Banua.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Budiono, menyampaikan bahwa IPP Kalsel mengalami kenaikan signifikan sejak 2021. Pada 2021, IPP Kalsel berada di angka 49,33, meningkat menjadi 50,17 pada 2022, kemudian melonjak menjadi 54,67 pada 2023, dan kembali naik menjadi 55,83 pada 2024.
“Untuk tahun 2025, data resmi masih menunggu rilis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Saat ini kita masih menggunakan dasar data tahun 2024, di mana Kalimantan Selatan berada di peringkat 23 nasional,” ujar Budiono di ruang kerjanya, Banjarmasin, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, IPP terdiri dari lima domain utama, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan serta gender dan diskriminasi. Kelima domain tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Dispora, tetapi melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurutnya, untuk mengoptimalkan capaian IPP, pemerintah daerah biasanya membentuk tim kerja atau kelompok kerja (pokja) melalui Surat Keputusan Gubernur. Setiap pokja diisi oleh SKPD teknis yang selama ini mengampu program dan kegiatan sesuai domain IPP.
“Kalau berbicara pendidikan, tentu bukan hanya Dinas Pendidikan, tetapi ada dukungan dari dinas lain yang juga berkontribusi terhadap capaian domain tersebut. Begitu juga dengan domain lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, pada 2026 mendatang diperkirakan akan ada penyesuaian parameter atau indikator operasional IPP dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Meski lima domain tetap, indikator pengukuran di tingkat daerah bisa mengalami perubahan.
“Parameter itu adalah indikator operasional yang bisa diukur di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Setelah kita menerima juknis terbaru, tentu akan segera dilakukan koordinasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder di Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota,” jelasnya.
Dispora Kalsel sendiri menekankan bahwa kunci peningkatan IPP terletak pada penguatan koordinasi, komunikasi, dan sinkronisasi data lintas sektor. Sebab, inti dari IPP adalah data yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung kelima domain pembangunan pemuda tersebut.
“Peran pemerintah kabupaten/kota sangat signifikan, karena pemuda berada dan beraktivitas di daerah. Optimalisasi peran pemuda dan kegiatan kepemudaan banyak dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota. Karena itu, koordinasi tidak hanya di lingkup Pemprov, tetapi juga intens dengan pemerintah daerah,” tegas Budiono.
Dengan sinergi yang semakin kuat antarperangkat daerah serta dukungan kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis capaian Indeks Pembangunan Pemuda akan terus meningkat dan mampu mendorong terwujudnya generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










