


Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa pelaksanaan Kalsel Innovation Award (KIA) 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ariadi Noor saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah 2026 di Banjarbaru, Selasa (31/3/2026).
Dalam arahannya, Ariadi Noor menilai bahwa inovasi merupakan faktor kunci dalam mendorong akselerasi pembangunan, terutama dalam menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks di tingkat daerah.
“Dalam rangka peningkatan kinerja pembangunan daerah, tanpa inovasi saya kira tidak akan terwujud secara optimal. Bahkan, capaian pembangunan tidak akan bisa melesat dengan cepat jika tidak didukung oleh inovasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kalsel Innovation Award hadir sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah daerah dalam memfasilitasi lahirnya inovasi dari seluruh perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kegiatan ini sangat strategis karena menjadi bagian dari upaya kita dalam mendukung pencapaian visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD. Inovasi menjadi penggerak utama agar target-target tersebut dapat tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ariadi menyebut bahwa inovasi yang dihasilkan oleh perangkat daerah dapat menjadi “amunisi” dalam menghadapi target kinerja yang semakin menantang.
“Inovasi yang dihasilkan oleh SKPD itu pada dasarnya menjadi amunisi dalam mencapai target kinerja. Semakin banyak inovasi yang dihasilkan, maka akan semakin mempermudah dalam mencapai sasaran pembangunan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi dari manfaat dan keberlanjutannya.
“Yang paling penting adalah inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memiliki keberlanjutan. Tidak hanya muncul sesaat, tetapi terus berkembang dan menjadi bagian dari sistem kerja,” tegasnya.
Ariadi Noor turut mengingatkan bahwa seluruh perangkat daerah harus mampu menjadikan inovasi sebagai budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Kita ingin inovasi ini menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah. Dengan demikian, kinerja pembangunan dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Kalsel Innovation Award 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seluruh perangkat daerah mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










