Kolaborasi Program Strategis Kemendukbangga/BKKBN Hadirkan Layanan Keluarga Terpadu di Tanah Laut

Kolaborasi Program Strategis Kemendukbangga/BKKBN Hadirkan Layanan Keluarga Terpadu di Tanah Laut

Upaya memperkuat kualitas keluarga di seluruh tahapan kehidupan kembali diwujudkan melalui kolaborasi Program Strategis Kemendukbangga BKKBN yang digelar di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada Kamis 11 Desember 2025 lalu. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga menghadirkan layanan langsung bagi keluarga dari berbagai kelompok usia.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk menyentuh seluruh siklus kehidupan, mulai dari remaja, pasangan usia subur, keluarga dengan anak, hingga lansia. Pendekatan ini menegaskan bahwa pembangunan keluarga harus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak parsial pada satu fase usia saja.

Berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025, kebutuhan layanan keluarga di Kalimantan Selatan tergolong besar. Tercatat sebanyak 61.734 keluarga memiliki baduta, 151.420 keluarga memiliki balita, serta 728.211 keluarga memiliki remaja yang memerlukan pendampingan dan edukasi berkelanjutan. Selain itu, terdapat 708.841 keluarga dengan pasangan usia subur (PUS) dan 347.034 keluarga dengan lansia.

“Kondisi demografis tersebut menunjukkan pentingnya intervensi yang menyeluruh. Karena itu, berbagai layanan dihadirkan dalam satu rangkaian terpadu. Sebanyak 40 lansia mengikuti pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Farah Adibah, Rabu (24/12/2025).

Ia mengatakan 13 calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan Hb, lingkar lengan atas, dan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta mendapatkan sosialisasi pranikah dari tenaga kesehatan dan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Bagi remaja, kegiatan diisi dengan edukasi perencanaan masa depan dan kesehatan reproduksi melalui sesi interaktif menggunakan Modul Remaja Tentang Kita,” ungkapnya.

Selain itu, promosi ekonomi keluarga juga diperkenalkan melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), serta edukasi gizi dan demonstrasi pengolahan pangan bergizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahshat).

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan benar-benar dirasakan oleh keluarga. 

Sementara itu, Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga BKKBN, Edi Setiawan, menyampaikan bahwa sinergi antarbidang akan memberikan dampak yang lebih luas.

“Ketika pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan pemberdayaan bergerak bersama, dampaknya jauh lebih besar bagi keluarga,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Kemendukbangga/BKKBN berharap kualitas keluarga di Kalimantan Selatan dapat terus meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di setiap fase kehidupan. Humas BKKBN Kalsel/MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *