
Kehadiran stan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan pada kegiatan National Halal Fair di kawasan Pasar Wadai 0 Kilometer Siring Banjarmasin dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Rabu (4/3/2026).
Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kalsel tidak hanya membuka layanan pembayaran zakat, tetapi juga memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai program sosial yang dapat diikuti selama bulan Ramadan.
Miftahul Jannah, salah satu petugas stan yang juga merupakan penerima beasiswa BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan bahwa para penerima beasiswa turut dilibatkan untuk membantu operasional sekaligus menyosialisasikan program-program BAZNAS kepada pengunjung Pasar Wadai.
“Di sini kami sebagai penerima beasiswa diamanahkan untuk menjaga konter-konter ZIS, yaitu zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stan BAZNAS hadir di beberapa titik kegiatan Ramadan di Banjarmasin, salah satunya di kawasan Pasar Wadai Siring 0 Kilometer yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat.
“Di sini lumayan banyak produk yang kami tawarkan. Pertama ada program iftar Ramadan, dengan biaya Rp30.000 masyarakat bisa menyumbangkan atau memfasilitasi untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga dapat menunaikan zakat fitrah secara langsung di stan BAZNAS dengan nilai yang telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Terus juga ada fasilitas untuk bayar zakat fitrah, dimulai dari Rp45.000 per jiwa atau per orang,” tambahnya.
Tidak hanya itu, BAZNAS Kalsel juga menawarkan berbagai program sosial lainnya, termasuk paket bantuan untuk anak-anak panti asuhan yang dapat diikuti masyarakat.
“Lalu ada juga beberapa produk lain seperti layanan paket untuk anak-anak panti asuhan yang dimulai dari Rp200.000 dan program-program sosial lainnya,” katanya.
Selama membuka layanan di Pasar Wadai, Miftahul Jannah mengungkapkan antusiasme masyarakat cukup baik. Tidak hanya menyalurkan donasi, sejumlah pengunjung juga datang untuk berkonsultasi mengenai kewajiban zakat mereka.
“Ada beberapa yang datang, misalnya dari pihak kantor atau perusahaan yang meminta rekening BAZNAS untuk menyalurkan zakat mereka,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai perhitungan zakat maal serta mekanisme penyaluran zakat kepada para penerima manfaat.
“Ada juga masyarakat yang ingin menghitung zakat maal mereka, biasanya dihitung sekitar 2,5 persen. Bahkan ada yang konsultasi juga mengenai penyaluran zakat atau sedekah yang kami terima,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Ia berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa kontribusi zakat, infak, dan sedekah memiliki dampak besar bagi para penerima manfaat.
“Harapannya semoga masyarakat semakin sadar bahwa sekecil apa pun rupiah yang mereka keluarkan itu sangat berarti bagi penerima dari delapan asnaf,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










