Menteri PU Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Target Rampung Akhir Juni 2026

Menteri PU Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Target Rampung Akhir Juni 2026

Usai meninjau kondisi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo langsung melanjutkan agenda kerja dengan melakukan peninjauan pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan akan segera diluncurkan. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung dalam agenda launching pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri PU didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, Kepala BWS Kalimantan III, Kepala BPJN Kalimantan Selatan, Kepala Balai Jasa Konstruksi, Kepala Balai Rawa, Kepala BPPW Kalimantan Selatan, Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan M. Yasin Toyib, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, serta jajaran terkait lainnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

“Jadi hari ini kita meninjau persiapan launching pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Saat peresmian nanti, secara nasional sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi,” ujar Dody, Kamis (9/1/2026).

Ia menjelaskan, lokasi Sekolah Rakyat di Banjarbaru merupakan pembangunan baru yang berdiri di atas lahan seluas 9,8 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kapasitas Sekolah Rakyat yang kita bangun ini bisa menampung hingga 3.000 murid. Konsepnya boarding school, sehingga kita siapkan semuanya,” jelasnya.

Dody menegaskan, tugas Kementerian PU adalah memastikan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu, meliputi ruang belajar, lapangan olahraga, asrama atau tempat tidur, hingga ruang makan.

“Targetnya akhir Juni harus selesai, wajib. Karena Juli 2026 sudah masuk tahun ajaran baru. Jadi tanggal 30 Juni harus tuntas. Secara nasional ada 104 Sekolah Rakyat yang harus sudah selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

“Terima kasih, rencananya ada tiga Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Kalimantan Selatan, yaitu di Banjarbaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI direncanakan akan melakukan agenda kunjungan terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru.

“Kemungkinan hari Senin ini, Pak Presiden akan melakukan kunjungan dalam rangka pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Banjarbaru,” tambahnya.

Sekda menambahkan, saat ini terdapat tiga lokasi yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial, yakni BBPPKS, Sentra Budiluhur, dan Balai Latihan Kerja (BLK), yang ke depan masih akan dikaji apakah akan digabung atau dikelola oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.

“Yang jelas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung dan menyediakan fasilitas sesuai kewenangan yang ada,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *