
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Angkatan I Tahun 2025 yang telah berlangsung selama lima hari, sejak 13 hingga 17 Desember 2025, di salah satu hotel di Banjarbaru.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendamping koperasi, khususnya yang berperan langsung dalam penguatan tata kelola dan pengembangan usaha koperasi desa dan kelurahan.
Gusti Yanuar Noor Rifai menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman para pendamping koperasi, Project Management Officer (PMO), Koordinator Pendamping Desa (TAPM), serta Asisten Bisnis terhadap prinsip, regulasi, dan manajemen koperasi yang profesional dan berkelanjutan.
“Dari pelatihan ini, kami berharap para pendamping koperasi memiliki kompetensi yang memadai dalam mendukung pengelolaan usaha koperasi desa dan kelurahan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 223 peserta, yang terdiri dari PMO provinsi dan kabupaten/kota, Koordinator Pendamping Desa (TAPM) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Asisten Bisnis koperasi dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan. Para peserta mendapatkan pembekalan materi dari narasumber yang berasal dari Kementerian Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), serta akademisi dari perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.
Gusti Yanuar Noor Rifai juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, termasuk jajaran panitia, narasumber, serta peserta pelatihan yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh komitmen.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan, sehingga koperasi desa dan kelurahan Merah Putih semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










