Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia Perkuat Investasi Daerah melalui Sosialisasi RIRU Intan Kalsel 2026

Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia Perkuat Investasi Daerah melalui Sosialisasi RIRU Intan Kalsel 2026

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Sosialisasi Regional Investor Relations Unit (RIRU) Intan Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Banjarmasin, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin yang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperkuat iklim investasi daerah, khususnya Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, perangkat daerah lingkup Pemprov Kalsel, serta pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Menurutnya, keberadaan RIRU Intan Kalsel menjadi instrumen strategis dalam mendorong peningkatan investasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Penguatan investasi daerah memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui RIRU, peluang investasi daerah dapat dipersiapkan secara matang, dipromosikan secara tepat, serta diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, perekonomian Kalimantan Selatan pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,22 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp164,94 triliun. Struktur ekonomi daerah saat ini masih didominasi oleh sektor pertambangan, pertanian, serta industri pengolahan yang secara kumulatif menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Sektor industri pengolahan bahkan tercatat sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, sehingga dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi guna mencapai target pembangunan daerah. Pemprov Kalsel menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai kisaran 8,1 persen pada tahun 2029.

Sekda Kalsel menegaskan, RIRU memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Melalui forum ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menyiapkan proyek investasi yang konkret dan siap ditawarkan kepada investor.

“Kesiapan pemerintah kabupaten/kota dalam menghadirkan peluang investasi yang nyata menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dan komitmen bersama perlu terus diperkuat agar RIRU benar-benar menjadi motor penggerak percepatan investasi,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penguatan investasi tidak hanya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi turut membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Sosialisasi RIRU Intan Kalsel Tahun 2026 ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam mendorong iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan, menuju Kalimantan Selatan yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *