Penguatan Budidaya Perikanan, Dislutkan Kalsel Lakukan Pendampingan dan Diversifikasi

Penguatan Budidaya Perikanan, Dislutkan Kalsel Lakukan Pendampingan dan Diversifikasi

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sektor budidaya perikanan melalui program pendampingan teknis, bantuan sarana prasarana, serta diversifikasi komoditas bagi para pembudidaya.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah mendorong pembudidaya ikan toman di keramba untuk turut mengembangkan ikan gabus (haruan) karena memiliki karakteristik yang hampir sama.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, menjelaskan bahwa ikan toman dan gabus memiliki kesamaan dari sisi jenis dan pola pemeliharaan.

“Pembudidaya ikan toman relatif lebih mudah beralih atau menambah komoditas gabus karena keduanya memiliki karakter yang hampir sama, baik dari jenis makanan yang bersifat karnivora maupun masa pemeliharaannya yang berkisar 8 sampai 10 bulan,” ujarnya, Banjarbaru, Jumat (6/3/2026).

Program diversifikasi ini difokuskan di beberapa wilayah seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan dan Tapin yang selama ini dikenal sebagai sentra budidaya ikan air tawar.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan sarana produksi kepada kelompok pembudidaya, mulai dari benih, pakan hingga peralatan budidaya untuk mendukung keberhasilan usaha.

“Kita tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga pendampingan melalui bimbingan teknis agar pembudidaya dapat menerapkan cara budidaya ikan yang baik sehingga hasilnya lebih optimal,” kata Rusdi.

Ia berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya di Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan masyarakat. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *