
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui penguatan kolaborasi lintas profesi dan inovasi program di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menyampaikan bahwa secara nasional posisi AKI Kalimantan Selatan berada pada kategori menengah. Namun demikian, upaya percepatan penurunan tetap menjadi prioritas.
“Angka kematian ibu kita memang tidak bisa dibilang tinggi secara nasional, karena posisi kita selalu di tingkat menengah. Tetapi kita melihat belum ada pergerakan yang berarti dalam beberapa tahun terakhir, sehingga upaya harus ditingkatkan,” ujar Diauddin di Banjarmasin (2/3/2026)
Ia menambahkan, berbagai forum koordinasi telah dilakukan, mulai dari pertemuan dengan para bidan, kader kesehatan, hingga rapat perencanaan daerah yang turut mengundang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) serta spesialis anak.
Menurutnya, pendekatan yang sama setiap tahun tidak akan menghasilkan perubahan signifikan. Karena itu, Dinkes Kalsel mendorong lahirnya inovasi baru dalam penanganan kesehatan ibu dan anak.
“Tidak mungkin kita mengharapkan hasil yang lebih baik jika usahanya itu-itu saja setiap tahun. Karena itu, tahun ini harus ada inovasi,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan akan membentuk tim kecil lintas profesi. Tim ini akan melibatkan dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, unsur legislatif dari DPRD Komisi IV, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Tim kecil tersebut bertugas menyusun dan merumuskan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan secara terpadu di lapangan. Upaya ini mendapat dukungan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), yang menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi langsung di daerah.
“Mereka siap membantu turun ke lapangan untuk edukasi, pelatihan petugas, dan penguatan layanan,” jelas Diauddin.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung keterlibatan dokter spesialis kandungan dan spesialis anak agar dapat melakukan pendampingan langsung ke kabupaten/kota.
Melalui langkah kolaboratif dan inovatif ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan optimistis upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dapat menunjukkan hasil yang lebih signifikan dalam waktu mendatang. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










