


Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Ruang Ekspresi Budaya Bersama Guru Seni Tahun 2026 di SMAN 7 Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kegiatan ini diikuti sebanyak 39 guru seni dari jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri sejumlah undangan, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kabupaten HST Yazid Fahmi, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudparekraf Kabupaten HST H. Muayyad, Kepala SMAN 7 Barabai Sri Kurnia Dewi, Alvioneda Rennar Putri dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Suwarjiyo dari Universitas PGRI Kalimantan, serta Lupi Anderiani dari Sanggar Ading Bastari Barikin. Acara pembukaan turut dimeriahkan penampilan tari dari Sanggar Gandewa Student Art Murakata.
Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra melalui Kepala Seksi Kesenian, Sunjaya Adhiarso, menegaskan pentingnya peran strategis guru seni dalam pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, guru seni tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga berperan sebagai penjaga nilai, pewaris tradisi, sekaligus penggerak kreativitas budaya di tengah masyarakat.
“Guru seni tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai penjaga nilai, pewaris tradisi, sekaligus penggerak kreativitas budaya di tengah masyarakat,” ujar Sunjaya, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, melalui peran guru seni, warisan budaya lokal dapat terus dijaga relevansinya bagi generasi mendatang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, berkomitmen memberikan ruang apresiasi sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga pendidik seni agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Kegiatan Ruang Ekspresi Budaya dirancang sebagai wadah kolaborasi antarguru untuk bertukar gagasan, mempraktikkan inovasi pembelajaran seni, serta memperkuat jejaring lintas wilayah.
“Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan ide-ide kreatif dan inklusif, terutama dalam memberikan layanan pendidikan seni bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” tambahnya.
Sunjaya pun berpesan agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama bagi para guru seni di Kalimantan Selatan.
“Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kalsel berharap penguatan pendidikan seni dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian kebudayaan daerah secara berkelanjutan,” tukasnya. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










