


Program rehabilitasi sosial di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan angkatan VII serta Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran Angkatan VIII di buka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman.
Pada kesempatan tersebut, Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri, mengatakan program rehabilitasi sosial merupakan layanan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Selama enam bulan, para klien akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
“Peserta diberikan kesempatan memilih bimbingan keterampilan yang diminati. Misalnya, yang berminat menjahit akan diarahkan ke keterampilan menjahit, sementara yang tertarik di bidang kuliner akan dibimbing melalui keterampilan tata boga,” kata Jumri, Banjar, Selasa (6/1/2026)?
Ia menjelaskan, program rehabilitasi sosial ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, mengembalikan rasa percaya diri penyandang disabilitas. Kedua, membekali mereka dengan keterampilan sebagai modal hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Tujuan ketiga adalah menciptakan suasana baru agar para klien memiliki harapan dan impian. Kami ingin panti ini mampu mengubah sudut pandang mereka terhadap masa depan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Untuk angkatan ke VIII ini, Jumri menyebutkan jumlah klien di PRSPDNF Fajar Harapan sebanyak sembilan orang.
Menurutnya, jumlah tersebut telah disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi sasaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Daya tampung layanan reguler disabilitas fisik di PRSPDNF Fajar Harapan maksimal hanya 10 orang.
“Namun, untuk layanan nonreguler bagi penyandang disabilitas netra, daya tampung panti ini bisa mencapai 60 orang,” jelasnya.
Secara keseluruhan, hingga saat ini jumlah penyandang disabilitas fisik dan netra yang mendapatkan layanan di PRSPDNF Fajar Harapan mencapai 61 orang. Rinciannya, sembilan orang mengikuti bimbingan reguler, dua orang penyandang disabilitas fisik sedang menempuh pendidikan formal, serta sekitar 50 orang penyandang disabilitas netra.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 orang penyandang disabilitas netra masih bersekolah, sementara lainnya mengikuti berbagai bimbingan keterampilan sebagai bekal kemandirian ekonomi ke depan.
Sementara itu, di Kepala Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran, Gusti Muhammad Reza Pahlevi menyampaikan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi sosial di Iskaya Banaran juga diarahkan untuk menyiapkan klien agar mampu mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Sebanyak 20 klien yang mengikuti angkatan ini kami bekali dengan berbagai keterampilan, seperti tata boga, tata rias, menjahit, dan komputer. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal nyata bagi mereka untuk berwirausaha maupun bekerja setelah kembali ke lingkungan masyarakat,” kata Pahlevi.
Selain pembekalan keterampilan, dirinya juga menekankan penguatan mental dan motivasi agar para klien memiliki kepercayaan diri serta semangat untuk menatap masa depan yang lebih baik. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










