Rangkaian Hari Ibu, DPPPAKB Kalsel Berkolaborasi Dengan DWP Kalsel Gelar Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara

Rangkaian Hari Ibu, DPPPAKB Kalsel Berkolaborasi Dengan DWP Kalsel Gelar Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu ke-97 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAPKB) Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kalsel menggelar Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara, kegiatan yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan.

Kepala DPPPAPKB Kalsel, Husnul Hatimah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari penggerak keluarga, penopang ekonomi rumah tangga, hingga pelopor perubahan sosial. Oleh sebab itu, memastikan perempuan tetap sehat, mandiri, dan berdaya merupakan tanggung jawab bersama.

“Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2024, kanker payudara menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian akibat kanker dengan lebih dari 65.000 kasus baru setiap tahun. Di Kalimantan Selatan sendiri, tren peningkatan kasus juga menunjukkan bahwa kesadaran dan edukasi mengenai deteksi dini harus terus ditingkatkan secara masif,” ujar Husnul di Banjarmasin, Selasa (9/12/2025)

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini memberikan peluang besar untuk keberhasilan pengobatan dan mengurangi dampak serius yang bisa muncul jika kanker ditemukan pada stadium lanjut. 

“Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang rutin melakukan pemeriksaan mandiri dan pemeriksaan klinis dapat mengurangi risiko kanker payudara stadium lanjut hingga 50 persen. Ini penting agar tindakan medis dapat dilakukan sejak tahap awal, sehingga kesempatan sembuh dan kualitas hidup meningkat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Husnul Hatimah juga mengajak para ibu, anggota serta pengurus Dharma Wanita Persatuan sebagai figur perempuan inspiratif di lingkungan masing-masing, agar menjadi pionir dalam menyebarkan informasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Menurutnya, edukasi yang dimulai dari lingkup keluarga akan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Seminar ini merupakan wujud perhatian nyata kita terhadap kesehatan perempuan. Jika perempuan sehat, maka pembangunan keluarga akan lebih kokoh dan kesejahteraan sosial di Kalimantan Selatan dapat meningkat. Kesehatan perempuan adalah kunci masa depan generasi yang lebih cerah,” tegasnya.

Husnul Hatimah turut menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan atas kerja sama dan dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat terus berlanjut dan menjadi tonggak keberhasilan dalam mewujudkan perempuan Kalsel yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Menutup sambutannya, ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian seminar dengan antusias, membuka diri terhadap pengetahuan baru, serta berbagi pengalaman. 

“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin menyampaikan bahwa berbagai metode deteksi dini, mulai dari pemeriksaan mandiri, pemeriksaan klinis, hingga pemeriksaan lanjutan seperti USG atau mamografi, terbukti mampu meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.

“Oleh karena itu, sosialisasi hari ini menjadi sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa seluruh pengurus dan anggota DWP memiliki pengetahuan yang benar tentang bagaimana mengenali gejala awal, cara melakukan pemeriksaan mandiri, serta kapan harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujar Masrupah.

Ketua DWP Kalsel juga mengajak seluruh keluarga besar DWP untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Ia mengimbau agar seluruh anggota dapat merangkul masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka untuk bersama-sama tumbuh sebagai komunitas yang sehat, terhindar dari penyakit, serta menghargai kesehatan sebagai nikmat besar yang patut disyukuri.

“Pencegahan terhadap jenis penyakit apa pun jauh lebih baik daripada mengobatinya. Dan sebaik-baik pencegahan adalah dimulai sedini mungkin mengenal faktor penyebab, pemicu, gejala, serta langkah yang harus ditempuh untuk mengatasi suatu penyakit,” tegasnya.

Seminar ini menjadi salah satu langkah konkret DWP Kalsel dalam meningkatkan literasi kesehatan perempuan di daerah, sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan keluarga sehat dan sejahtera. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini, diharapkan perempuan di Kalimantan Selatan semakin mandiri dalam menjaga kesehatan dan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *