
Dalam upaya menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) memperkuat kelembagaan pendidikan nonformal serta menjalin kolaborasi peningkatan kecakapan hidup (life skill).
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, saat menghadiri kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan Nonformal dalam Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penanganan Anak Putus Sekolah Tahun 2026” yang digelar di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan belum lama ini.
Tantri menjelaskan, pendidikan nonformal menjadi solusi strategis bagi anak-anak yang mengalami kendala melanjutkan pendidikan formal. Program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C tetap menjadi pilar utama, namun kini diperkuat melalui skema kombinasi pembelajaran formal dan nonformal yang lebih fleksibel.
Selain itu, Disdikbud Kalsel menjalin kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menyisipkan pelatihan kecakapan hidup dalam kurikulum pendidikan kesetaraan.
“Langkah ini bertujuan agar lulusan memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” ujar Tantri, Selasa (3/3/2026).
Transformasi digital juga mulai diterapkan pada sektor pendidikan nonformal. Sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) telah mengadopsi sistem pembelajaran jarak jauh serta asesmen berbasis komputer guna meningkatkan efektivitas proses belajar.
Meski demikian, Tantri mengakui masih terdapat sejumlah tantangan. Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dinilai belum optimal. Rendahnya minat baca dan tingginya paparan media sosial disebut menjadi faktor yang memengaruhi fokus serta kualitas belajar peserta didik.
Ia juga mengingatkan dinas pendidikan kabupaten/kota agar memastikan setiap program benar-benar berdampak pada peningkatan kemampuan siswa.
“Keberhasilan pendidikan diukur dari siswanya dan hasil belajarnya. Kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tegasnya.
Disdikbud Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mengatasi rendahnya minat baca serta memastikan setiap anak memperoleh kembali hak atas pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









