IHK Kalsel Naik 4,83 Persen pada Maret 2026

IHK Kalsel Naik 4,83 Persen pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Maret 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Selatan di 5 kabupaten/kota, pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,83 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,60 pada Maret 2025 menjadi 112,80 pada Maret 2026. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,50 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,57 persen

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,17 persen; kelompok pakaian dakelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,68 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 8,69 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,55 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,06 persen; kelompok pendidikan sebesar 3,79 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,73 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 23,34 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,28 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen,” kata Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Kamis (2/4/2026).

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2026, antara lain: emas perhiasan, tarif listrik, beras, daging ayam ras, ikan nila, sigaret kretek mesin (SKM), telur ayam ras, tarif rumah sakit, ikan papuyu, sewa rumah, ikan peda, kue basah, sekolah dasar, baju muslim wanita, minyak goreng, akademi/perguruan tinggi, mobil, tomat, mie kering instant, pemeliharaan/service, pepaya, pisang, sepeda motor, bumbu masak jadi, sigaret kretek tangan (SKT), ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ ikan aso-aso, kopi bubuk, udang basah, bawang merah, ikan layang/ ikan benggol, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, bakso siap santap.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2026, antara lain: ikan nila, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, tomat, bensin, beras, bawang merah, ikan papuyu, udang basah, jagung manis. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: emas perhiasan, angkutan udara, ketimun, kacang panjang, sawi hijau, ikan gabus.

Pada Maret 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y,
yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,48 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,17 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,09 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,83 persen.

“ Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: kelompok
transportasi sebesar 0,03 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya tidak memberikan andil baik sebagai pendorong maupun penahan inflasi,” kata Mukhanif. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id