Kebun Raya Banua Kembangkan Riset Tumbuhan Obat Berbasis Pengetahuan Lokal

Kebun Raya Banua Kembangkan Riset Tumbuhan Obat Berbasis Pengetahuan Lokal

UPTD Kebun Raya Banua terus mengembangkan penelitian tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan sebagai bagian dari upaya pelestarian pengetahuan lokal dan pengembangan potensi sumber daya hayati daerah.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto melalui Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Exsitu, Muhammad Ferza Listyannoor mengatakan kegiatan eksplorasi tumbuhan yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu beberapa waktu lalu tidak hanya berfokus pada konservasi tanaman, tetapi juga mendukung penelitian tumbuhan obat di Kebun Raya Banua.

“Eksplorasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi penelitian di Kebun Raya Banua. Tanaman yang ditemukan nantinya akan dikembangkan dan diteliti lebih lanjut sesuai potensi masing-masing,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, Peneliti Kebun Raya Banua, Noor Laili Aziza menjelaskan, Kebun Raya Banua memiliki tema pengembangan tumbuhan obat dan tumbuhan berkhasiat obat khas Kalimantan.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan saat ini diarahkan untuk mengidentifikasi potensi tanaman lokal sebagai bahan baku obat di masa mendatang.

“Kami berupaya menskrining tumbuhan-tumbuhan yang memiliki potensi sebagai sumber obat. Harapannya ke depan Kalimantan dapat memiliki bahan baku obat yang berasal dari tumbuhan lokal sendiri,” katanya.

Ia menerangkan, penelitian di Kebun Raya Banua juga mengedepankan pengetahuan lokal masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Informasi mengenai manfaat tanaman diperoleh langsung dari masyarakat lokal saat kegiatan eksplorasi berlangsung.

“Kami banyak belajar dari masyarakat, baik suku Dayak, Banjar maupun suku lainnya. Mereka memiliki pengetahuan tentang fungsi tanaman tertentu sebagai obat tradisional, kemudian kami identifikasi dan teliti secara ilmiah,” jelasnya.

Noor Laili menyebut, penelitian yang dilakukan menjadi jembatan antara pengetahuan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, beberapa tanaman yang dipercaya masyarakat sebagai obat terbukti memiliki kandungan senyawa tertentu yang mendukung proses penyembuhan.

Salah satu contohnya adalah pohon ulin yang secara tradisional dimanfaatkan masyarakat sebagai minyak rambut dan dipercaya dapat menghambat munculnya uban.

“Ternyata setelah diteliti memang ada senyawa tertentu pada ulin yang berpotensi menghambat pembentukan uban. Jadi pengetahuan lokal yang diwariskan masyarakat itu memiliki dasar ilmiah,” ungkapnya.

Selain penelitian, Kebun Raya Banua juga membuka ruang bagi peneliti dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lain untuk melakukan riset dan pengambilan sampel di kawasan kebun raya.

Ia berharap ke depan Kebun Raya Banua mampu menghasilkan produk khas Kalimantan berbasis tumbuhan lokal sekaligus menjaga keberlangsungan pengetahuan tradisional masyarakat.

“Pengetahuan lokal itu adalah harta karun Kalimantan Selatan. Jadi yang ingin kita selamatkan bukan hanya tanamannya, tetapi juga pengetahuan masyarakat tentang manfaat tumbuhan tersebut,” tutupnya. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id