Pemprov Kalsel Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Iduladha untuk Kendalikan Inflasi

Pemprov Kalsel Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Iduladha untuk Kendalikan Inflasi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel terus melakukan langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah melalui pelaksanaan pasar murah di 13 kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Adilla Redha Yanti usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (18/5/2026).

Adilla mengatakan, kegiatan pasar murah saat ini tengah berjalan dan menyasar seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika situasi ekonomi global.

“Pasar murah yang kami laksanakan saat ini merupakan momentum menjelang Iduladha. Kegiatan dilaksanakan di 13 titik di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan saat ini tim masih bergerak ke beberapa daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah tahun 2026 menjadi program yang dinilai tepat waktu karena bertepatan dengan kondisi global yang berdampak pada harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Alhamdulillah tahun ini ada kegiatan pasar murah menjelang Iduladha. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hadir untuk memberikan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagangan membawa sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga teh yang diperoleh langsung dari distributor di Banjarmasin.

Barang-barang tersebut kemudian dijual ke masyarakat di daerah dengan harga distributor tanpa adanya kenaikan harga.

“Kami membawa barang langsung dari distributor dan dijual kepada masyarakat dengan harga yang sama seperti dari distributor. Tidak ada kenaikan harga, bahkan Rp100 pun tidak ada,” jelasnya.

Menurut Adilla, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah sangat tinggi, khususnya untuk komoditas minyak goreng yang menjadi produk paling diminati.

“Kami bisa membawa sekitar 1.200 liter minyak goreng dalam satu titik dan selalu habis. Minyak goreng memang menjadi primadona di masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menghindari adanya penjualan kembali oleh oknum tertentu, pihaknya menerapkan pembatasan pembelian bagi masyarakat.

“Mekanismenya, setiap pembeli maksimal hanya boleh membeli dua barang agar tepat sasaran dan tidak diperjualbelikan kembali,” tambahnya.

Adilla menegaskan, pasar murah menjadi salah satu instrumen penting Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id